Kategori
Daerah Pendidikan

Kepala KCD III, Tidak Mampu Kerja, Selalu” Biarkan” Pungli di SMAN I Kedungwaringin Terus Berlanjut

Macannews  Online (Kabupaten Bekasi)

Pungutan Liar (Pungli) secara terus menerus terjadi di sejumlah SMAN dan SMKN di Kabupaten Bekasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum Kepsek tidak asing lagi di dengar oleh masyarakat bahkan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa/siswi yang seharusnya gratis justru dijadikan untuk memperkaya diri sendiri dengan melibatkan beberapa orang atau golongan tertentu untuk memperlancar aksi ilegalnya.

KCD wilayah III Kota/Kabupaten Bekasi sebagai perwakilan dari Disdik Jawa Barat dibawah pimpinan Casmadi yang lebih kurang setahun menjabat tidak menunjukkan perubahan yang baik di dalam hal memajukan Pendidikan khususnya di wilayah kerjanya. Terbukti semakin maraknya masalah pungli di setiap SMAN dan SMKN di Kabupaten Bekasi tanpa satupun oknum Kepsek yang telah jelas melanggar aturan yang berlaku tidak mendapatkan sanksi tegas. Justru semakin bebas melakukan aksinya, tanpa takut akibatnya

Hal itu diketahui ketika Macannews ketika hendak menemui serta mengkonfirmasi Kepala Sekolah Akmad Sayuti terkait keluhan oleh sejumlah orangtua siswa yang merasa kesal atas kebijakan Kepsek yang menetapkan mahalnya biaya kegiatan outing class/ studi tour kelas XII sebesar Rp 2 juta yang kabarnya sudah dilaksanakan bulan lalu tujuan wisata Yogyakarta. Namun usaha Macannews untuk menemui Akhmad Sayuti sia -sia sebab tidak berada di tempat tanpa alasan yang pasti

Menurut nara sumber yang dilayak dipercaya dan minta Identitasnya dirahasiakan mengatakan, sejak maraknya pemberitaan di media terkait pungli di sekolah tersebut, A Sayuti jarang masuk kantor. Sedangkan semua urusan sekolah begitu juga kepada wartawan yang berkunjung ke sekolah, seluruhnya diserahkan kepada Humas Ardiansyah. selaku orang kepercayaannya di sekolah tersebut

” Semua urusan di sekolah seluruhnya diserahkan kepada Humas, sering para awak media yang datang ke sekolah merasa kecewa sebab tidak bisa bertemu langsung dengan Kepsek. Walaupun Kepseknya ada di sekolah, semua urusan ditangani Humas,” ungkap pria berjenggot tersebut

Salah satu siswi Tia (Red- Samaran) saat diwawancarai Macannews di sekolah itu, dengan polosnya mengatakan untuk biaya studi tour setiap siswa kelas XII dibebankan pihak sekolah Rp 2 juta tujuan Yogyakarta selama 5 hari,  telah dilaksanakan bulan lalu. Sementara untuk siswa kelas X dan XI rencananya bulan Maret yang akan datang dengan biaya Rp 450 ribu/siswa

Sementara Montang SH ( Ketua Tim Investigasi LSM Macan Habonaron) sekaligus salah satu pemerhati pendidikan di Kabupaten Bekasi, kepada Macannews, Rabu ( 12/02) mengecam keras tindakan dan semena-menanya Kepsek mengizinkan/memutuskan mahalnya biaya studi tour yang dikutip dari setiap murid. Apalagi keputusan tersebut kabarnya tidak terlebih dahulu mengadakan rapat dengan para orangtua siswa.

Dalam hal ini,   tegasnya, Kepsek (Sayuti) telah menyalahgunakan wewenang Jabatan yang dimuat dalam Pasal 3 UU Nomor 31Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 serta dianggap melanggar peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite sekolah  Dimana pada Pasal 12 point B, Permendikbud melarang Komite sekolah melakukan pungutan kepada peserta didik atau mewakili

Lebih kurang tiga tahun menjabat sebagai Kepsek di SMAN 1 Kedungwaringin, jelas Montang, sejumlah masalah pungli semakin meningkat di SMAN I Kedungwaringin. Begitu juga dengan keadaan gedung sekolah kondisinya sangat memprihatinkan sengaja dibiarkan tanpa perawatan. Begitu juga setiap kondisi ruang kelas tidak nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,  terkesan tidak pernah mendapat perhatian dari Kepseknya

” Untuk itu Kepsek jangan terus menerus menghindar dari wartawan. Sebab semakin sering menghindar,persoalaan atau masalah semakin rumit.. Begitu juga KCD, jangan hanya terima laporan dari setiap sekolah atau duduk manis menunggu laporan, tapi harus turun langsung kelapangan melihat jelas apa yang terjadi. KCD dalam setiap permasalahan yang di terima harus cepat tanggap, dan bukan melindungi atau menutupi permasalahan yang terjadi dan memberikan tindakan tegas kepada para oknum kepsek yang terlibat,” tegas pria yang kerap dipanggil dengan sebutan bang Bro itu.

Berdasarkan hasil investigasi macannews dilapangan dan menurut pengakuan sejumlah siswa dan orangtua siswa yang berhasil diwawancarai bahwa, biaya outing class/studi tour kelas X11 tujuan wisata Yogyakarta setiap siswa/siswi dikenakan sebesar Rp 2 juta, dan untuk biaya SPP untuk Januari 2020 pihak sekolah masih mengutip kepada setiap siswa sebesar Rp 175 ribu/bulan. serta untuk Pelantikan ekskul Bersama sebesar Rp 300 ribu/siswa begitu juga untuk biaya psikotes sebesar Rp 110 ribu/siswa. (Edy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *