Kategori
Pendidikan Terkini

Siswa SMPN 1 Cibitung Tawuran, Tanggung Jawab Kepsek Sani Dimana ?

foto oleh jabar pojok satu.id

Kabupaten Bekasi ( macannews.com )

Selama Pendidikan masih dibiarkan dicemari oleh uang , selama itu juga karakter siswa akan buruk tidak terperhatikan oleh guru dan Kepala sekolah. Menindak lanjuti kejadian yang menimpa 6 orang siswa yang menuju Tawuran  oleh sejumlah siswa SMPN 1 Cibitung berencana menyerang siswa SMPN 2 Sukatani  dan memakan korban luka luka. sewaktu macannews menemui  Sani Palestina Kepala Sekolah  SMPN 1 Cibitung  didapatkan kepala sekolah ini sedang membahas pemecatan siswa yang melakukan tawuran tersebut , macannews menanyakan orang tua siswa tersebut hal apa yang dibicarakan , kata orang tua  tersebut yang mengaku anaknya kelas 8 , bahwa mereka disuruh pindah sekolah atau pemecatan. dan Orang tua siswa yang menangis tersebut mengatakan  ” Bagaimana Pak Di keluarkan  anak saya ,padahal tanggungjawab kepala sekolah juga ada di jam belajar tersebut tapi harus saya memindahkan anak saya ke sekolah lain, dan anak saya kan hanya disuruh boncengin  atau mengantar temannya . kata ibu siswa itu sambil meratap sedih. Sani sebagai Kepala sekolah sangat banyak masalah , pada Tahun 2018 pada saat PPDB juga sampai ditegur oleh Kepala Dinas Pendidikan akibat adanya Demonstrasi Orang Tua Siswa yang anaknya sudah didaftar resmi akan diterima malah yang diterima malah daftar siswa baru yang diduga titipan oknum lain. Kepala Dinas pada saat itu santer dikatakan salah satu Kepala Sekolah rekan Sani memberitahukan Sani dimarahi besar. sekarang setelah di mutasi kejadian tawuran ini juga mencoreng Dinas. Edo LSM Leppansi mengatakan bahwa Kepala Sekolah yang Jarang masuk dan cenderung sibuk urus sekolah  swasta miliknya. kemungkinan salah satu penyebab buruknya kinerja Kepala Sekolah ini. Sebagai Tambahan investigasi macannews menemukan Uang Seragam siswa baru terbilang di gelembungkan dengan 3 pasang pakaian di jual sekolah Rp 900.000.- Sewaktu ditanyakan ke Sani sebagai kepala sekolah hanya senyum tanpa menjawab kenapa mahal begitu . Kepala Dinas di harapkan oleh Andi pengamat pendidikan agar mencabut jabatan Kepala Sekolah Sani karena dua Kejadian yang terjadi dalam dua tahun ini ,ditambah adanya dugaan penggelembungan harga seragam sekolah yang dijual di sekolah atas nama koperasi. Kepala Dinas Pendidikan  Carwinda diharapkan Tegas kembalikan kepala sekolah tidak bermutu dan sudah lama menjabat banyak catatan buruk kinerja dikembalikan jadi guru kembali , Jangan kompromi kata edo dan sistim Punishment and Reward( Hukuman dan Penghargaan ) harus di jalankan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *