Kategori
Nasional

Potensi Bencana di Ibu Kota Baru, BNPB Paparkan Keunggulan dan Kelemahan Kaltim

JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan potensi bencana di lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, BNPB juga memaparkan keunggulan dan kelemahan provinsi yang berbatasan langsung dengan Selat Makasar ini.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan lokasi ibu kota negara baru pada konferensi pers di Istana Negara, Jakarta pada Senin (27/8/2019).

Jokowi mengungkapkan lokasi paling ideal untuk ibu kota baru adalah sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brojonegoro pun mengatakan pihaknya akan segera mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam proses pemindahan ibu kota.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pada akhir 2020 fase persiapan hingga final akan dimulai.

Ia menambahkan, ibu kota pindah ke Kalimantan Timur paling lambat diharapkan terjadi pada 2024.

“2024 itu paling lambat dipindahkan secara bertahap,” kata Bambang.

Mengenai lokasi ibu kota negara yang baru, BNPB sebelumnya telah memaparkan soal potensi bencana, kelemahan, serta keunggulan seluruh provinsi di Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, pada 12 Agustus 2019 lalu.

Tak hanya itu, dalam dokumen berjudul Analisa Kebencian Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara, BNPB juga menyebutkan kriteria ibu kota negara, yakni:

– Ketersediaan lahan luas yang dimiliki pemerintah,

– Dekat kota eksisting yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur,

– Akses mobilitas/logistik, seperti bandara, pelabuhan, dan jalan,

– Bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut, serta potensi konflik sosial (budaya terbuka bagi pendatang),

– Memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan, terutama tidak dekat dengan perbatasan negara, aman dari garis teritorial, dapat mendorong pembangunan daerah dan internasional.

– Dekat dua bandara besar di Balikpapan dan Samarinda,

– Dekat akses Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,

– Dekat Pelabuhan Semayang Balikpapan,

– Ketersediaan infrastruktut jaringan energi dan air bersih,

– Struktur demografi heterogen, sebagian besar merupakan pendatang,

– Lokasi deliniasi dilewati ALKI II di sekitar Selat Makasar,

– Bebas bencana alam gempa bumi dan kebakaran hutan,

– Tidak berbatasan langsung dengan batas negara,

– Memiliki ketersediaan lahan berstatus APL, hutan produksi dnegan konsesi HTI, dan hutan produksi bebas konsesi.

Kelemahan

– Rawan banjir pada wilayah dekat hulu DAS,

– Ketersediaan sumber daya air tanah rendah,

– Deforestasi cukup tinggi,

– Pembakaran hutan sehingga dapat terisolasi,

– Pencemaran minyak di perairan.

BNPB juga membagikan peta potensi ancaman gempa bumi, banjir, dan tsunami di Kalimantan Timur berdasarkan kota.

Berdasarkan peta tersebut, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara berpotensi tinggi mengalami bencana banjir.

Sumber: Tribun.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *