Kategori
Siantar

Korban Penipuan Uang Koperasi BNI Berharap Terdakwa Dihukum Berat

SIANTAR- Dengan mata berkaca-kaca, boru Sitorus (58), korban penipuan berkedok uang koperasi BNI meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar menghukum seberat-beratnya terhadap terdakwa Rahmad.

Sesuai amatan kru media ini, Rabu 7/8/2019 beberapa korban mendatangi pn siantar sembari membawa spanduk bertuliskan ” Bapak/ibu Hakim hukum seberat-beratnya si Rahmad penipu ini dan tangkap mantan kepala BNI Fachrul Rizal, Sucipta dan Siti,” demikian bunyi tulisan korban di spanduk yang mereka bawa.

Menurut boru Sitorus salah satu korban saat ditanya kru media ini mengaku, kedatangan mereka hanya ingin berharap agar terdakwa bernama Rahmad dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya menipu para nasabah koperasi BNI. Sedangkan untuk kepolisian wanita mengenakan baju warna biru ini berharap agar segera menangkap Fachrul Rizal, Sucipta dan Siti.

” Kami hanya berharap si Rahmad dihukum seberat-beratnya dan si Fachrul Rizal, Sucipta dan siti,” pinta boru sitorus sebelum sidang beragendakan pemeriksaan saksi itu di gelar.

Seperti diberitakan, korban merupakan nasabah BNI cabang Pematang Siantar baik secara penabung maupun deposan. Namun dalam kurun waktu sejak 2009 hingga 2016, dengan cara-cara palsu, janji palsu, tipu daya maupun rangkaian kebohongan, Facrul Rizal alias Fahrul selaku kepala kantor cabang BNI Pematang Siantar sekaligus pembina koperasi Swadarma, Agus Surya selaku ketua koperasi, Siti Aisyah selaku sekretaris, Tressna Evawani selaku bendahara, Rahmad selaku kepala bidang JUC BNI cabang Pematang Siantar secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama telah mempengaruhi dan mengarahkan para korban untuk menarik dan mengalihkan uangnya yang tersimpan dalam deposito BNI Pematang Siantar untuk dialihkan menjadi simpanan berjangka (bagi hasil) ke koperasi Swadarma

Modus para pelaku dengan menawarkan jasa simpanan koperasi lebih tinggi dari BNI dan menyatakan koperasi Swadarma adalah milik Bank BNI Pematang Siantar sehingga para korban tak perlu takut dan kuatir dengan simpananya di koperasi Swadarma. Akibat kejadian ini seluruh korban mengalami kerugian sebesar Rp Rp.3.962.250.00. (GN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *