Kategori
Siantar

LSM LIRA Siantar Ancam Lapor Kapolres Siantar Dan Kapoldasu Ke Presiden Jika Gelper Dan Togel Tetap Beroperasi

SIANTAR- LSM LIRA ancam laporkan Kapolres Siantar dan Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) jika judi Gelangang Permainan (Gelper) dan Togel masih tetap beroperasi di wilayah kota siantar dalam waktu 7 hari (1 minggu), bahkan LSM LIRA mengancam akan menyurati secara resmi Presiden RI.

Walikota DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Siantar, Drs Robin Samosir saat ditemui di Jalan Volli Kota Siantar, Sabtu 3/8/2019 mengatakan oknum pengusaha permainan judi dikota siantar semakin hari semakin merajalela, sementara dampak dari permainan judi itu menimbulkan masalah sosial seperti, kemiskinan, perceraian, anak terlantar dan putus sekolah dan membudayakan kemalasan. Sementara dari sisi kriminogen yakni, merampok, mencuri, korupsi, membunuh dan KDRT, tentunya hal ini sangat berbahaya bagi generasi kita, ujarnya.

Intinya saya lihat dulu dalam waktu 1 minggu ini, apabila Kapolres Siantar dan Kapoldasu tak juga menutup judi gelper dan togel di kota siantar saya tak segan-segan lagi menyurati presiden tentang hal ini meskipun mendapat ancaman.

” Saya tak segan-segan lagi akan menyurati Presiden RI Joko Widodo meski mendapat ancaman dari pihak manapun,” kata Robin.

Menurut Robin, berdasarkan temuan TIM LIRA dilapangan yakni, gelper di gudang logistik PJKA Siantar, sedangkan untuk bandar togel diduga berinisial, PP warga SKI Kota Siantar dan pria bermarga Pandiangan warga Lapangan Bola Kota Siantar dan terakhir SS warga Kelurahan Merdeka Kota Siantar.

” Saya akan laporkan seluruh perusahan Gelper dan bandar togel di kota Siantar terkait temuan di lapangan oleh tim yang di bentuk oleh LSM LIRA,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, LSM LIRA menyimpulkan bahwa arena permainan ketangkasan yang diperuntukkan secara umum adalah arena permainan anak-anak dianggap ilegal karena tidak memiliki izin.

Dari pantauan tim LIRA, Gelper ini banyak menyalahi aturan dimana aktifitas usahanya banyak yang berdekatan dengan pemukiman warga, disamping tidak adanya penteraan mesin permainan oleh pemerintah secara berkala sehingga penyelenggara atau pengusaha dapat melakukan pengaturan mesin untuk pencapaian keuntungan sebesar-besarnya, dan hal ini disinyalir dilakukan oleh seluruh pengusaha Gelper yang masih beroperasi saat ini.

Bahkan LSM LIRA berdasarkan investigasinya mengatakan bahwa hasil temuan di lapangan oleh timnya pengusaha tersebut telah melakukan penyuapan kepada oknum-oknum terkait setiap bulannya, dan ini adalah merupakan Gratifikasi yang diharamkan dalam UU pemberantasan Korupsi, ujarnya mengakhiri.

Namun sangat disayangkan hingga berita ini di turunkan ke redaksi belum mendapat tanggapan dari Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Plh Humas Polres Siantar, Aipda Napena Surbakti melalui pesan WA yang dikirimkan wartawan ini. (GN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *