Kategori
Siantar

Terjadi di Siantar Dishub & Jupali Diduga Sekongkol Pungli di Depan Rumdis Kapolres

SIANTAR- Kendaraan roda dua & empat yang parkir di Jl Sutomo Kota Siantar atau tepatnya di depan Rumah Dinas (Rumdis) Kapolres Siantar dimintai uang parkir oleh Juru Parkir Liar ( Jupali ) bernama Roy (30) warga Timbang Galung dan Frans Siregar (37) Warga Gang Kopral Kota Siantar. Dari pengakuan kedua Jupali ini setiap harinya menyetor uang parkir sebesar Rp 120 ribu ke Dinas Perhubungan Kota Siantar. Jumat (21/6/2019) sekira jam 17.00 wib.

Berdasarkan sumber yang dapat dipercaya kalau lokasi parkir yang berada di sekitaran depan rumdis kapolres siantar di Jalan Sutomo diduga tidak termasuk dalam titik lokasi parkir yang ditetapkan dishub kota siantar tahun 2019. Juru parkir liar (Jupali) bernama, Roy dalam pengakuannya saat dilakukan penelusuran oleh wartawan mengaku kalau sudah 3 tahun bekerja sebagai jupali di Jl Sutomo Siantar atau tepatnya di sekitaran depan rumdis kapolres siantar. Jupali bernama Roy ini mengaku ia menyetor setiap harinya ke kordinator bernama, Frans Siregar warga Gang Kopral Siantar sebesar Rp 60-70 ribu/hari.

” Mulai dari Jam 16.00 wib sore s/d 24.00 wib malam setoran saya tiap hari Rp 60-70 ribu ke Frans Siregar bang,” bilang Roy dilokasi parkirnya.

Namun ketika diminta untuk menunjukkan id card atau surat tugas resmi sebagai jukir dari dishub siantar, Roy tampak kebingungan dengan mengatakan kalau dirinya sudah berulang kali meminta kepada Frans Siregar yang mengaku sebagai kordinator agar di berikan id card ataupun surat tugas, namun Frans Siregar selalu mengelak dengan mengatakan bahwa surat tugas ataupun id card (tanda pengenal) sebagai jukir tidak diperlukan.

” Sudah sering kuminta id card ataupun surat tugas ku tapi si Frans Siregar bilang gak perlu id card ataupun surat tugas, kalau ada apa-apa hubungi aku, itu dibilangnya bang, Kata Roy sembari menghubungi Frans Siregar untuk datang ke lokasi parkir.

Gak berselang lama Frans Siregar datang dan menghampiri wartawan dan langsung mengatakan untuk apa surat tugas dan id card, yang penting kami setoran tiap hari ke dishub, kalau gak percaya tanya kalian aja ke Moslen Sihotang (Kabid Perparkiran Dishub Kota Siantar- red) atau tanya aja, Jekson Hutahayan (Pegawai Dishub Kota Siantar -red).

Tiap hari setoran ku Rp 120 ribu ke dishub, Ujar Frans Siregar sembari mengatakan ” Untuk apa ditanya-tanya wartawan surat tugas dan id card kami, bukan tugas wartawan itu, yang penting kami setoran ke dishub.

Dikonfirmasi diruangannya, Jumat (21/6/2019) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Siantar, Esron Sinaga sedang tidak berada di tempat sama halnya dengan Kabid Perparkiran Moslen Sihotang sedang keluar tak tahu kemana.

” Kadis dan kabid perparkiran lagi diluar bang, tak tau kemana, bilang salah seorang pegawai pria berpakaian dishub kota siantar saat ditemui di kantor di dishub kota siantar Jl Sisingamangaraja.

Ketika dihubungi telepon genggamnya terdengar nada tidak aktif bahkan via pesan yang dilayangkan juga tidak berbalas hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi.

Sementara Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Plt Humas Polres Siantar, Bripka Napena Surbakti mengatakan dengan singkat akan menindaklanjuti laporan wartawan ini.

” Ok. makasih atas informasinya lae, akan kita tindak lanjuti, kata Napena melalui pesan whatsapp. (GN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *