Kategori
Siantar

Tarif Parkir Tak Sesuai Perda, Dishub Siantar Pura-Pura Tidak Tahu

SIANTAR- Banyak juru parkir (jukir) di Kota Siantar, yang menarik tarif parkir tidak sesuai peraturan daerah (Perda). Kondisi tersebut sangat merugikan dan tidak membuat nyaman pengendara. Sementara Dishub Siantar terkesan pura-pura tidak tahu adanya tarif tak sesuai perda.

Berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Tepi Jalan Umum di Kota Siantar, tarif parkir untuk motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Namun seringkali jukir menarik tarif di atas ketentuan.

“Setahu saya untuk motor memang Rp 1.000, tapi kalau saya beri Rp 1.000 bilangnya kurang, jukir minta Rp 2.000,” kata Antok, 37, warga Timbang Galung, Kota Siantar.

Keluhan senada juga dilontarkan Najib Nada, warga Kelurahan Tomuan. “Biasanya di Jalan Patuananggi, motor Rp2 ribu kalau mobil tidak tahu,” tuturnya.

Parahnya lagi, banyak jukir yang tidak memberikan karcir retribusi parkir dan tidak melakukan pengaturan parkir secara benar. “Awalnya ketika saya parkir di Jalan Patuan Nagari Parluasan itu tidak ada petugasnya. Tapi ketika mau balik, tiba-tiba ada tukang parkir dan minta uang Rp 2.000. Padahal saya tidak merasa diparkiri. Tolong yang seperti ini Dishub bisa menertibkan. Kalau tidak, masyarakat yang dirugikan,” keluh Ana, 21, warga Jalan Kartini.

Sementara dengan entengnya salah seorang juru parkir (jukir) di Jalan Patuan Nagari mengaku bermarga Sinaga mengatakan ia terpaksa meminta tarif Rp 2 ribu kepada pengendara sepeda motor roda dua dikarenakan setoran yang sangat tinggi dari dishub kota siantar.

” Dengan terpaksa nya itu bang, habisnya setoran tiap harinya ke dishub tinggi kali, belum lagi kalau hujan turun, ya terpaksa kami menombok setoran,” bilang Sinaga.

Begitu juga dengan salah seorang juru parkir (jukir) bermarga Silalahi di pasar parluasan, Jalan Patuananggi mengaku kalau setoran cukup tinggi dikenakan dishub setiap harinya.

” Setoran kami tinggi kali bang Rp 250 ribu, sementara Dishub tidak mau tau kalau hujan turun dan lainnya, kalau kami gak sanggup di ancam digantikan, mau tidak mau dari pada istri dan anakku gak makan terpaksa kulakukan,” ucap Silalahi mengaku tinggal di seputaran pasar parluasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar, Esron Sinaga dan Kabid Perparkiran, Moslen Sihotang ketika dikonfirmasi via seluler Sabtu (13/4/2019) sekira jam 13.00 wib sedang tidak aktif, sms yang di kirimkan juga tidak berbalas.

Mengingat banyaknya permasalahan semenjak di jabat Kadishub Siantar, Esron Sinaga dan Kabid Perparkiran Moslen Sihotang sudah selayaknya menjadi perhatian khusus Walikota Siantar Hefryansiah untuk meninjau kembali jabatan kadishub Siantar dan Kabid Perparkiran. (JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *