Kategori
Hukum Kriminal

3 Oknum Polisi dan 1 Oknum Wartawan Diduga Peras Orang Tua Tersangka Narkoba

MEDAN- Jajaran Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan tiga oknum polisi dan seorang oknum wartawan di Medan, Sumatera Utara.

Keempatnya disebut-sebut melakukan pemerasan terhadap keluarga tersangka pengguna narkoba jenis sabu.

Ketiga oknum polisi tersebut merupakan personel Polsek Medan Area. Ketiganya masing-masing berinisial Bripka AL (Unit Reskrim), Brigadir AP (Unit Reskrim) dan Aipda JP yang bertugas di bagian SPKT.

Sedangkan seorang oknum wartawan cetak terbitan Medan berinisial DP, 43, warga Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai. Mereka diciduk personel Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (26/3) lalu.

Informasi beredar, keempatnya melakukan penyekapan dan pemerasan terhadap seorang yang diduga sebagai pengedar narkoba. Pelaku berinisial MI, 25, warga Jalan Sederhana, Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Delisersang.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, untuk keempatnya akan diperiksa.

“Untuk pria yang diamankan akan diperiksa apakah ia pengedar atau pemakai. Kalau dia pemakai akan dilakukan rehabilitasi. Kalau dia pengedar akan kami proses,” ujarnya usai memimpin pemusnahan barang bukti Satresnarkoba Polrestabes Medan, Kamis (4/4).

Untuk oknum polisi, sambung orang nomor satu di Polrestabes Medan, tetap akan diproses.

“Saat ini sedang diperiksa oleh Propam, ada sanksi disiplin yang akan diberikan soal kasus itu,” sebutnya.

MI diamankan dengan kedua tangan diborgol. Tersangka kemudian dibawa menuju salah satu rumah makan di Jalan AR Hakim, Kecamatan Medan Area berikut sejumlah barang bukti sabu.

Ketiga oknum polisi tersebut kemudian meminta nomor orangtua MI agar menyiapkan sejumlah uang agar kasus tersebut tidak dilanjutkan.

Orang tua MI mengaku tidak memiliki jumlah uang yang diminta. Dia hanya memiliki uang Rp2 juta. Selanjutnya, orangtua MI diajak oleh ketiga oknum polisi tersebut agar bertemu di rumah makan Jalan AR Hakim/Komplek Asia Mega Mas.

Rabu (27/3) sekira pukul 08.00 WIB, orangtua pelaku tiba di rumah makan. Namun, tidak bertemu dengan oknum polisi tersebut. Sehingga ia pulang ke rumahnya dan berembuk dengan sanak keluarga.

Kabar lain yang berhasil dihimpun, lantaran curiga, orangtua MI melaporkannya ke Polrestabes Medan terkait pemerasan yang mereka alami.

Setelah berkoordinasi dengan Tim Pegasus, orangtua pelaku kembali menghubungi nomor telepon oknum polisi tersebut.

Pukul 20.30 WIB, orangtua MI diminta untuk membawa sejumlah uang di depan RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Denai.

Akhirnya, orangtua pelaku menuju ke lokasi sembari menghubungi Tim Pegasus. Di sana, orangtua pelaku bertemu dengan DP yang mengaku sebagai wartawan.

DP mengaku diperintahkan oknum polisi untuk mengambil uang sebesar Rp2 juta. Kapolsek Medan Area, Kompol K Sianturi, menyerahkan perkara pemerasan yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.

“Untuk kasus pemerasannya itu sekarang ditangani Polrestabes Medan. Sedang diusut di Propam,” sebutnya.

Sementara itu, terkait tersangka narkoba yang kabarnya seorang bandar, kasus itu ditangani di Polsek Medan Area.

“Untuk kasus narkobanya kita yang tangani. Saat ini masih dalam pemeriksaan. Saya kurang tahu apakah itu tersangka bandar narkoba atau hanya pengedar. Lengkapnya tanya ke Kanit Reskrim saja,” sebut Sianturi.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu ALP Tambunan membantah kalau ketiga oknum polisi itu memeras bandar narkoba. “Ah bukan bandar, malah tersangka yang mereka amankan itu setelah dites uriennya negatif,” ungkapnya.

Tak cuma itu, barangbukti narkoba jenis sabu yang diamankan juga hanya paket kecil. “BB nya paket Rp50 ribu, 0,8 gram (sabu),” beber Tambunan.

Tambunan kemudian menceritakan awal penangkapan. Ceritanya, ada seorang perempuan, mantan pacar MI. Dia yang menggoda untuk mengajak menggunakan sabu. Indikasinya, wanita ini kibus (informan polisi).

“Jadi mantan pacarnya itu kabur, MI nya ditangkap,” sebutnya. Bagaimana sikap Polsek Medan Area terhadap ketiga oknum itu?

“Ya bagaimana saya bilang. Kita serahkan saja kasusnya ke Propam Polrestabes,” pungkas Tambunan.

Sumber: jpnn.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *