Kategori
Daerah Pendidikan

KEPSEK SMAN 2 CIKARANG SELATAN TIDAK MAU DIKONFIRMASI,COBA BERI AMPLOP ISI UANG

mobil baru kepsek parkir di depan kantor
Kepsek Anung Edy Purwanto

Kabupaten Bekasi, (macannews ). Pengawasan dana pungutan dari orang tua siswa sangatlah lemah, di perlukan sikap kritis masyarakat untuk menjadikan dana tersebut jangan di korupsi walaupun dana tersebut bukan uang Negara. seperti  laporan  orang tua siswa untuk berani mengajukan akuntan publik independen mengaudit uang sekolah kemana saja di pakai, mengharuskan komite mengumumkan di website komite yang bisa dilihat transparan kapan saja dan siapa saja.

Menurut Jan hotman SH Pengacara bagian  hukum LSM leppansi, hal tersebut di benarkan secara hukum karena masyarakat mempunyai hak mengetahui penggunaan uang tersebut karena itu milik orang tua siswa. dan semua harus di laporkan terbuka apalagi lebih baik di posting di website komite masing masing sekolah. dan bila diperlukan orang tua dapat meminta bantuan hukum untuk mendesak agar akuntan publik independen bisa masuk memeriksa keuangan komite.

Menindak lanjuti  wawancara macannews ke siswa SMAN 2 Cikarang Selatan kelas 11 dan 12 didapatkan bahwa uang studi kampus Rp 1,1 juta ke Yogyakarta selama 3 hari 2 malam. dan kelas 12 melakukan outing class Rp 1,1 juta  dan ditambah lagi biaya perpisahan. macannews menemui humas SMAN 2 Cikarang Selatan Arief dan membenarkan kegiatan tersebut dan mengatakan bayaran kelas 11 benar seperti pengakuan siswa, tapi untuk kelas 12 mengaku lupa besarannya, dan  banyak lupa ketika ditanyakan nama travel yang ditunjuk,lalu surat izin penyelenggaraan dari dinas atau Kantor Cabang Dinas KCD wilayah III. Ketika diminta berita acara rapat komite, humas selalu berkelit tidak bisa menunjukkan.

Kepala Sekolah Anung Edy Purwanto  yang terlihat duduk di kantor tidak bersedia di klarifikasi dan ketika di temui  humas atas perintah Kepala Sekolah menawarkan amplop berisi uang  kepada macannews,tapi dengan tegas macannews dan team menolak amplop yang diduga menutup sikap kritis kami untuk konfirmasi kemana saja uang sekolah dan kenapa kegiatan studi tour tidak dimasukkan kedalam RKAS ( Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah ) padahal sudah dapat di prediksi itu adalah kegiatan kurikulum tahunan dan SMAN 2 Cikarang Selatan memungut Sumbangan pendidikan sebesar Rp 140.000  persiswa/bulan kelas 12, Rp150.000 per siswa/bulan siswa kelas 11 dan Rp 170.000 persiswa/bulan kelas 10.

LSM leppansi menduga  bisa jadi anggaran ganda ( double) . apakah itu di SPJ BOS atau RKAS.  semuanya ini menurut Edo kepemimpinan Heri Pansila sebagai Kepala KCD wilayah III kurang mampu  mendisiplinkan Kepala Sekolah di  wilayah III kabupaten dan kota Bekasi untuk itu diminta Kepala Dinas Pendidikan Propinsi yang baru di lantik untuk meninjau ulang jabatan Heri Pansila Kepala KCD wilayah III. (EN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *