Kategori
Lingkungan Siantar

Jorok Dan Ditumbuhi Ilalang, Dana Pemeliharaan TPU Di Siantar Rp 19 Juta Dipertanyakan?

Siantar (Macannews)- Selain terlihat jorok, 5 TPU (Tempat Pemakaman Umum) dibawah naungan Dinas Sosial Kota Pematangsiantar ditumbuhi ilalang yang tingginya kurang lebih 3 meter. Dana pemeliharaan lima makam yang tersebar di beberapa titik ini tentunya dipertanyakan, Selasa (13/11/2018).

Seperti penuturan beberapa warga di sekitaran TPU kampung kristen Jalan Laguboti Kota Siantar kalau rumput ilalang yang ada di TPU tersebut terakhir kali di basmi menggunakan racun rumput merek rondap sewaktu jaman walikota almarhum Hulman Sitorus.

” Kayak mana gak panjang rumput ilalangnya, waktu jaman pak walikota Hulman Sitorus lah terakhir kali dibasmi menggunakan racun rumput oleh petugas dari Dinas Sosial kota Siantar itu ito, kalau jaman walikota Hefriansyah belum pernah kami lihat petugas dari Dinsos Siantar meracun rumput ilalang yang ada di makam ini,” bilang beberapa warga saat ditemui di salah satu warung di seputaran makam.

Pengakuan yang sama diamini beberapa pria penggali kuburan di TPU kampung kristen Jalan Laguboti saat ditemui dilokasi makam mengaku rumput ilalang yang tumbuh subur dimakam itu dibersihkan terakhir kali waktu jaman walikota Hulman Sitorus.

“Waktu Hulman Sitoruslah kami lihat rumput ilalang itu diracun, selebihnya belum pernah kami lihat,” ungkap beberapa pri ini.

Singkatnya, hasil pantauan dan pengakuan warga sekitar serta pengakuan penggali kuburan di 5 makam di Kota Siantar seperti, TPUĀ  Kampung Kristen Jalan Laguboti, TPU kampung kristen Jalan Parsoburan, makam muslim Jalan Singosari, TPU lorong 20 Jalan Rakuta Sembiring dan Makam Pahlawan Jalan Merdeka Kota Siantar tidak sulit untuk menemukanĀ  sampah yang berserakan serta rumput ilalang yang tingginya kurang lebih 3 meter. Bahkan penggali kuburan dan warga sekitar TPU juga mengamini kalau rumput ilalang tersebut terakhir kali dibersihkan sewaktu jaman almarhum walikota Hulman Sitorus.

Kabid Sosial Kota Pematangsiantar, Eddi Pangaribuan saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (13/11/2018) menampik dan mengaku kalau rumput ilalang di 5 TPU tersebut selalu dibasmi menggunakan racun rumput merk rondap oleh 5 orang pegawai honor Dinas Sosial Kota Siantar.

” Gak mungkinlah, karena masing – masing TPU ada pegawai honor yang kami tugaskan khusus untuk TPU dan dananya kami serahkan pertriwulan,” kata Eddi menampik.

Dijelaskan Eddi, Ada 5 TPU dibawah naungan Dinas Sosial Kota Pematangsiantar yakni, TPU Kampung Kristen Jalan Lagu Boti, TPU Kampung Kristen Jalan Parsoburan, TPU Muslim di Jalan Singosari, TPU Lorong 20 Jalan Rakuta Sembiring dan Makam Pahlawan di seputaran Ramayana.

lebih lanjut dikatakanĀ  Eddi, anggaran untuk pemeliharaan di di 5 makam tersebut sebelumnya sebesar Rp 20 Juta/tahun namun untuk tahun ini anggarannya turun menjadi Rp 19 Juta/tahun yang dibayarkan pertriwulan. Sedangkan untuk petugas yang dihunjuk Dinas Sosial untuk membesmi rumput ilalang tersebut 1 orang untuk satu TPU.

” Setiap triwulan petugas TPU yang kami hunjuk datang kok mengambil dananya sebesar Rp 1 juta untuk membeli racun rumput dan bensin,” ujar Eddi.

Saat disinggung macannews perihal absensi kerja kelima pegawai honor tersebut untuk ditunjukkan Eddi.

Jawaban yang tidak bisa diterima akal dikatakan Eddi dengan mengatakan kalau ke 5 pegawai honor yang ditugaskan Dinas Sosial untuk menangani TPU tersebut sama sekali tidak pernah mengisi absensi kerja di Dinas Sosial.

” Sama sekali gak ada absensi ke lima pegawai honor itu, ya mereka hanya mengurusi TPU saja dan setiap bulannya menerima gajinya sebagai honor di Dinas Sosial,” bilang Eddi bernada enteng.

Namun saat diminta untuk menunjukkan bukti kalau ke 5 pegawai honor bertugas di TPU itu benar setiap triwulannya mengambil dana sebesar Rp 1 juta untuk membeli racun rumput dan bensin, Eddi terkesan berkelit dengan mengatakan bukti tersebut ada sama salah satu pegawainya yang kebetulan tidak kelihatan diruang kerjanya.

” Waduh, kebetulan yang memegang bukti itu lagi gak disini pula,” bilang Eddi.

Terakhir dikatakan Eddi, untuk bulan Juli – November 2018 Dinas Sosial Kota Siantar belum mencairkan dana tersebut.

” Kalau untuk bulan Juli sampai dengan November 2018 belum kami cairkan,” kata Eddi sembari mengatakan tidak tahu apa sebabnya sehingga dana tersebut belum dicairkan Dinas Sosial. (Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *