Kategori
Daerah Pendidikan

Keberatan Biaya Seragam, Wali Murid SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi Bingung Bayar Rp 5 Juta

Bekasi (Macannews)- Meski lega anak mereka diterima di SMAN, saat ini para orang tua masih ketir-ketir. Setelah mendaftar ulang, mereka disodori daftar biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan sekolah.

Masing-masing sekolah menerapkan biaya yang tidak sama. Dari pantauan di lapangan, SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi rata-rata orang tua diminta mengeluarkan dana Rp 5 juta. Salah satunya biaya untuk pembelian seragam sekolah dan uang koperasi.

Apabila biaya seragam terbilang wajar, orang tua mungkin tidak akan mengeluh. Namun, yang dirasakan mereka, harga seragam sangat memberatkan. ’’Setelah daftar ulang, kami ditawari pemesanan seragam. Total kalau beli semua bisa sampai Rp 5 juta,’’ ungkap salah seorang wali murid SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi yang tidak mau namanya disebutkan.

Laki-laki 45 tahun itu menyatakan keberatan atas nominal tersebut. Dia pun sempat menego pihak koperasi untuk bisa mencicil biaya tersebut.

” Pusing juga mau cari uang di mana lagi,’’ imbuhnya.

Wali murid lainnya di SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi juga berkeberatan atas biaya seragam yang mencapai Rp 5 juta. Namun, dengan alasan sekolah bahwa sebagian seragam memang tidak dijual di pasaran, dia pun membayar dana tersebut. ’’Memang mahal, tapi mau ghimana lagi,’’ ujar perempuan yang hanya mau disebut Ramini itu.

Saat hendak dimintai konfirmasi, Jumat (14/9/2018), Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi, Dedy Nurhadiyat sedang tidak berada diruang kerjanya.

” Kepsek sedang keluar pak ,” ujar salah seorang pegawai di SMAN 1 setu Kabupaten Bekasi yang mengaku tak tahu kapan kepsek kembali ke sekolah.

Terpisah, Sekretaris DPD LSM Leppansi Jawa Barat, Dirmanto ketika dimintai tanggapannya menegaskan kesepakatan tidak lebih kuat dari peraturan. Menurutnya, penarikan uang tersebut berpotensi pungli, Idealnya, keberadaan komite adalah meringankan sekolah dengan mencari sumber baru. bukan malah ” bikin pening ”  orang tua siswa.
Apapun kebutuhan sekolah khususnya SMA/SMK Negeri, diusulkan ke Gubernur melalui Kepala Dinas Pendidikan atau Komite dan Kasek melakukan loby ke perusahaan untuk mendapatkan CSR. Jadi pihak SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi gak usah nyari alasan uang seragam, uang koperasi untuk menarik uang terhadap orang tua siswa.
Untuk itu saya mendesak agar pihak sekolah SMAN 1 Setu Bekasi mengembalikan uang yang sudah disetor orang tua siswa sebelum penegak hukum bergerak masuk, tegas Dirmanto. (EN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *