Kategori
Daerah Pendidikan

Diduga Perintah Kepsek, 2 Orang Oknum Guru SMAN 2 Tamsel Marah-Marah dan Gebrak Meja Saat Dikonfirmasi Wartawan

Bekasi (Macannews)- Dua orang oknum guru SMAN 2 Tambun Selatan (Tamsel), Kabupaten Bekasi berinisial YEP dan MA diduga diperintahkan Kepsek SMAN 2 Tamsel, Iyan Alfian. Bagaimana tidak, YEP dan MA tiba-tiba marah-marah dan gebrak meja ketika wartawan hendak konfirmasi ke Kepsek SMAN 2 Tamsel Iyan Alfian terkait dugaan kecurangan PPDB 2018 yang diduga dilakukan Panitia Seleksi serta dugaan pungli, Jumat (7/9/2018).

Berawal dua orang wartawan dari media online berinisial, EN dan M datang ke SMAN 2 Tamsel, Kabupaten Bekasi bermaksud menemui Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Tamsel, Iyan Alfian untuk konfirmasi perihal dugaan kecurangan Panitia Seleksi saat PPDB 2018 lalu dan dugaan pungli disekolah ini. Sesampai disekolah SMAN 2 Tamsel salah seorang guru piket yang sedang bertugas mengatakan kalau kepsek Iyan Alfian sedang tidak berada ditempat.

” Pak kepsek sedang keluar sebentar pak,” beber salah seorang guru piket ditirukan kedua wartawan ini.

Berharap mendapat jawaban dari Iyan Alfian kedua wartawan ini pun rela menunggu kedatangan, Iyan Alfian diruang tunggu tamu yang disediakan pihak SMAN 2 Tamsel.

Saat ditunggu beberapa saat kemudian, oknum guru SMAN 2 Tamsel berinisial, YEP menghampiri kedua wartawan dengan nada marah-marah menyuruh kedua wartawan ini menanyakan hal tersebut ke kasubbag.

” Kalau terkait PPDB dan Pungli itu yang mau kalian tanya, sana tanya saja sama kasubbag,” bilang YEP naik pitam sembari meninggalkan kedua wartawan.

Tak berselang lama, oknum guru SMAN 2 berinisial MA kembali menghampiri kedua wartawan ini dan menanyakan maksud keperluan kedua wartawan menemui kepsek Iyan Alfian.

Namun setelah dijelaskan tujuan konfirmasi ke Kepsek Iyan Alfian, oknum guru berinisial MA ini langsung menggebrak meja yang ada persis didepannya sembari mengatakan agar kedua wartawan melaporkan dugaan kecurangan PPDB 2018 dan dugaan pungli di SMAN 2 Tamsel.

” Brak! Silahkan kalian laporkan hal itu, Ucap MA bak seperti preman.

Entah karena hal apa, sehingga Iyan Alfian menghindar dan sulit memberikan keterangan dan konfirmasi terkait kebenaran dari kegiatan tersebut. Namun apapun alasannya, tidak sepantasnya  seorang ASN apalagi menjabat sebagai kepala sekolah, melakukan tindakan tidak terpuji kepada pewarta. Perilaku Iyan Alfian serta YEP dan MA menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya publik.

Sementara Pengawas Sekolah SMA Negeri se- Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rozali saat dimintai tanggapannya via seluler, Jumat (7/9/2018) mengaku, terkejut dan menyesalkan perilaku YEP dan MA dan berjanji akan membicarakan dan menegur hal ini kepada kepsek, Iyan Alpian.

” Saya sangat menyesalkan sikap YEP dan MA nanti akan saya bicarakan dan tegur kedua guru ini melalui Kepsek Iyan Alfian, janji Rozali seraya mengatakan agar kedua wartawan memaafkan sikap dan tingkap laku YEP dan MA.

Sebelumnya diberitakan, dugaan kecurangan dan kejanggalan tersebut berupa beberapa siswa yang mendaftar dan diterima lewat jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) serta Pemalsuan Data Kependudukan Calon Siswa lewat jalur diluar daerah yang diduga dilakukan panitia di SMAN 2 Tamsel.

Seleksi penerimaan siswa tahap II  lewat jalur luar daerah yang diketahui kuotanya hanya 10 %, yakni siswi  berinisial DP memakai kode 32 Jawa Barat yang tercantum di Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) berdomisili diluar daerah Jabar.

Sedangkan dugaan pungutan liar (Pungli) disekolah SMAN 2 Tamsel yakni, melakukan kutipan uang kepada orang tua siswa/siswi yang cukup fantastis nilainya. Seperti pengakuan orang tua siswa di SMAN 2 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi berinisial, JP saat ditemui dilokasi sekolah mengamini kutipan yang dilakukan SMAN 2 Tamsel Bekasi dengan rincian, Uang seragam sekolah siswa/siswi kelas X kurang lebih sebesar Rp 1,7 juta, uang daftar ulang siswa/siswi kelas XII sebesar Rp 1,5 Juta Rupiah, uang sumbangan awal tahun siswa kelas X sebesar Rp 1,5 Juta Rupiah.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan atau konfirmasi lebih lanjut dari Kepsek SMAN 2 Tambun Selatan, Iyan Alfian terkait hal tersebut di atas. (EN)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *