Kategori
Lingkungan Simalungun

Janda Anak 3 Di Simpang Sigodang Hidup dari Keranjang Bambu

Simalungun (Macannews)- Salut lihat wanita janda beranak tiga bernama Ibu Silvia (48) Boru Situmorang di Simpang Sigodang, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun ini meski harus berjuang sendiri untuk menghidupi ketiga anaknya yang ditinggal mati oleh suaminya dikarenkan sakit namun ibu Silvia ini tetap semangat beraktivitas dan berkarya  membuat kerajinan anyaman bambu.

Kegiatan sehari-hari ibu Silvia tak lepas dari bilah bambu untuk dianyam menjadi keranjang. berbekal peralatan sederhana seperti golok dan pisau, mulai membelah dan memotong bambu hingga menjadi potongan dan bilah-bilah bambu berukuran kecil dan tipis kemudian menganyamnnya. Untuk menyelesaikan 40-50 keranjang, ia membutuhkan waktu sehari, Ujar Ibu Silvia ketika ditemui macannews di kediamanya, Sabtu (4/8/2018).

Ia mengaku, sudah puluhan tahun menggeluti kerajinan anyaman bambu ini sehingga sudah sangat terampil dan hafal untuk menjalin antara bilah bambu satu dengan bilah bambu yang lain. Di tengah kondisi ekonomi yang kekurangan, ia tidak pernah mengeluh atau menggantungkan hidup dari bantuan orang lain. Ibu Silvia yang sudah lama hidup menjanda ini, tinggal bersama ketiga anaknya yang juga ikut membantu ibu Silvia sehari-harinya.

Ia mengaku, selama sebulan ia mampu menghasilkan seribuan lebih keranjang tempat jeruk berukuran 60 kg  yang masing-masing dijual dengan harga Enam Ribu Lima Ratus per keranjang. Biasanya, keranjang hasil buatannya diambil oleh agen keranjang diwilayah sekitar ataupun dibeli langsung oleh warga setempat yang sedang panen jeruk dan tomat. namun Ia mengaku sering  kesulitan untuk mendapatkan bambu sebagai bahan baku kerajinannya karena di wilayah itu banyak warga yang beralih menanam tanaman buah kopi.

Namun warga sekitar berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat menyalurkan kerajinan tangan yang dibuat warga masyarakat untuk menopang perekonomian masayarakat

Tentunya melihat semangat hidup dan semangat untuk bekerja dari ibu Silvia patut dicontoh oleh banyak orang. Meski harus berjuang sendiri untuk menghidupi ketiga anakanya, namun ia tidak pernah putus asa untuk terus berkarya. Menurutnya, banyak warga yang tertarik untuk membeli keranjang buatan ibu Silvia, bukan karena merasa kasihan tetapi kualitas produk keranjang yang dihasilkan juga cukup baik dan rapi. (EP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *