Kategori
Politik Simalungun

Tim Pansel Diminta Eleminasi Calon Komisioner KPU-Bawaslu Dari Kabupaten Simalungun Periode 2015

Simalungun (Macannews)- Ketua Umum (Ketum) LSM Sopo Pilkada, Pahala Sihombing meminta agar Tim Pansel KPU Provinsi Sumut Kabupaten/Kota dan Tim Pansel Panwas Kabupaten Kota mengeliminasi delapan orang calon Komisioner KPU-Bawaslu dari Kabupaten Simalungun pada periode 2010-2015.Hal itu dikatakannya saat ditemui di salah satu warung kopi di kota siantar, Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, penetapan Bupati Simalungun JR Saragih melalui pilkada tahun 2010-2015 hingga 2016-2021 oleh delapan komisioner ini cacat hukum dengan dibuktikan saat JR Saragih ikut maju sebagai calon Pilgubsu dan tetapkan sebagai tersangka oleh Gakumdu Poldasu terkait dugaan penggunaan dokumen palsu dan ” Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ” oleh KPUD Provinsi Sumut.

“Padahal sebelumnya LSM Sopo Pilkada sudah berulang kali mengadukan berikut dengan bukti yang cukup dugaan penggunaan dokumen ijazah palsu yang digunakan JR Saragih saat mencalonkan Bupati Simalungun Tahun 2010-2015 dan Tahun 2018-2021, namun diabaikan oleh kedelapan komisioner periode tahun 2010-2015 ini,” Kata Pahala Sihombing.

Bukan hanya itu, Pahala Sihombing juga membeberkan kebobrokan mantan Ketua KPUD Kabupaten Simalungun, Adelbert Damanik periode 2010-2015 menjadi salah satu anggota LSM di Kota Pematangsiantar dengan posisi sebagai Wakil Ketua. padahal menurut Pahala sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) huruf kUndang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu jelas disebutkan ” Ketika sudah terpilih menjadi anggota KPU, seseorang harus bersedia bekerja sepenuh waktu dan anggota KPU sebisa mungkin menghindari konflik kepentingan. Maka dari itu, seluruh anggota KPU diminta melepas jabatan pengurus ormas,” Ucapnya.

“Ada kok bukti sama saya kalau dia anggota salah satu LSM di Siantar dengan posisi Wakil Ketua,” bebernya.

Tudingan Pahala Sihombing tak sampai disitu, mantan Ketua Panwaslih Kabupaten Simalungun Periode 2010-2015, Ulakmatua Saragih diduga pernah membuat daftar nama fiktif panwaslih Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun.

” Semua ada buktinya sama saya,” paparnya.

Adapun delapan Komisioner KPUD Kabupaten Simalungun Periode 2010-2015 yang dimaksud ialah, (1) Adelbert Damanik Jabatan Ketua KPUD Kabupaten Simalungun. (2) Abdul Razak Siregar jabatan Anggota KPUD Kabupaten Simalungun. (3) Dadang Yusprianto Jabatan Anggota KPUD Kabupaten Simalungun. (4) Puji Rahmad Harahap Jabatan Anggota KPUD Kabupaten Simalungun. (5) Ramadani Damanik Jabatan Anggota KPUD Kabupaten Simalungun.

Sedangkan 3 Komisioner Panwasli yakni: (1) Ulakmatua Saragih Jabatan Ketua Panwaslih Kabupaten Simalungun. (2) Mhd Choir Nazland Nasution Jabatan Anggota Panwaslih Kabupaten Simalungun. (3) Bobbi Dewantara Purba Jabatan Anggota Panwaslih Kabupaten Simalungun.

Untuk itu kata Pahala Sihombing berharap agar tanggapan dan masukan dari LSM Sopo Pilkada ke Tim Pansel KPU Kabupaten/Kota dan Tim Pansel Panwas Kabupaten Kota untuk mengeliminasi kedelapan nama komisioner diatas karena dianggap melakukan pembiaran dan pelanggaran hukum karena tidak melakukan tugas dan tupoksinya.
Sementara ketika dikonfirmasi via seluler, Jumat (27/7/2018) mantan Ketua KPUD Simalungun periode tahun 2010-2015, Adelbert Damanik via seluler mengatakan, pernyataan Ketua Umum LSM Sopo Pilkada sah-sah saja. yang pastinya yang kami lakukan itu sudah benar dan sesuai dengan ketentuan.
” Tidak ada kewenangan kami mengatakan kalau itu ijazah palsu atau tidak palsu, yang punya kewenangan yang mengeluarkan ijazahnya dan putusan pengadilan,” kata Adelbert Damanik mengaku sedang berada di Medan.
Ditegaskannya kalau lembaga negara seperti Bawaslu, PTTUN, Mahkamah Agung, Kode Etik Dewan Kehormatan sudah mengeluarkan putusan bahwa kami sudah menjalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
” kan sudah ada putusan dari lembaga negara, apalagi,” tanya Adelbert.
Masih dihari yang sama, mantan Ketua Komisioner Panwasli Kabupaten Simalungun Periode 2010-2015, Ulakmatua Saragih mengatakan sah-sah saja dan gak pantas aku menanggapi itu, yang pantas mennaggapi itu pansel, nantilah kita cerita, nantilah kuhubungi balik, aku lagi di Medan,” kata Ulakmatua singkat dari balik selulernya. (AF)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *