Kategori
Hukum Kriminal Siantar

Lurah Martoba Dan Lurah Pondok Sayur Kota Siantar Diduga Pungut Biaya Bansos Rastra Sebesar Rp 5 Ribu/KK

Siantar (Macannews)- Lurah Martoba Kecamatan Siantar Utara, Sobtu Hasibuan dan Lurah Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Aprita Pronika Sagala, S.Si diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warga yang akan mengambil Beras Rastra, Jumat (27/7/2018).

Menurut pengakuan beberapa warga di Kelurahan Martoba yang mana setiap warga yang hendak mengambil bansos rastra di kantor Kelurahan Martoba dikutip biaya Rp 5 Ribu dengan dalih uang becak.

” Warga dimintai Rp 5 Ribu dengan alasan uang becak,” kata salah seorang warga Kelurahan Martoba diamini warga lainnya.

Modus yang sama juga menimpa warga di Kelurahan Pondok Sayur, yang mana setiap warga penerima bansos rastra dimintai Rp 5 Ribu Rupiah dengan dalih ongkos becak.

” Katanya Rastra sudah gratis, kok malah kami warga dimintai Rp 5 Ribu, alasan ongkos becak,” Ungkap beberapa warga yang ditemui usai mengambil bansos rastra di kantor Kelurahan Pondok Sayur.

Saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (27/7/2018), Lurah Martoba Kecamatan Siantar Utara, Sobtu Hasibuan menepis tudingan warganya dengan mengatakan kalau dirinya tidak ada memungut biaya kepada warga yang hendak mengambil bansos rastra.

” Gak ada kami pungut biaya Rp 5 Ribu ke warga yang mau mengambil bansos rastra, namun hanya uang becaknya kami minta sebab bulog hanya mengantar sampai di Simpang Jalan Nagur, sementara posisi kantor lurah Martoba berada di gang sehingga butuh becak untuk mengangkat,” kata Sobtu berkilah.

” Ketemulah dulu kita, atau datanglah dulu ke kantorku,” kata lurah Martoba Sobtu mengakhiri.

Dihubungi terpisah, Lurah Pondok Sayur, Aprita Pronika Sagala, S.Si menampik kalau dirinya ada mengutip warga Rp 5 Ribu saat pembagian bansos rastra di kantornya.

” Warga mana yang ngomong, biar transparan, bawa saja warga yang ngomong itu ke kantorku, biar jelas, jaman sekarang harus transparan kata lurah bernada enteng.

Hingga akhirnya Lurah Pondok Sayur, Aprita Pronika Sagala menawarkan wartawan untuk bertemu dikantornya.

” Datanglah dulu bapak biar kita jelaskan,” Ucap Aprita menawarkan wartawan ini untuk datang ke kantornya.

Sementara Kasi Operasional Subdivre Bulog Kota Pematangsiantar, Ganda saat dikonfirmasi via seluler mengatakan kalau pengiriman bansos rastra hingga sampai ketitik pendistribusian tidak ada dipungut biaya apapun oleh bulog terhadap warga.

” Yang nanggung biaya sampai ke titik pendistribusian (Kantor Lurah) semua ditanggung bulog,” terang Ganda mengakhiri.

Sedangkan Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Kota Siantar, Armansyah Nasution mengakui sudah mendengar adanya warga yang di pungli sebesar Rp 5 Ribu di dua keluarahan yakni Kelurahan Pondok Sayur dan Kelurahan Martoba.

” Iya sudah kita dengar langsung dari warga tentang pengutipan yang dilakukan lurah kepada warga,” kata Armansyah Nasution, dari dari ruang kerjanya saat disambangi, Jumat (27/7/2018).

Menurut Armansyah Nasution, warga di Kelurahan Martoba yang mendapatkan bansos rastra sebanyak 483 KK  dengan rincian 1 KK mendapatkan 10 kg rastra. Sedangkan Kelurahan Pondok Sayur mendapatkan bansos rastra sebanyak 482 KK dengan rincian 10 kg rastra, terang Armansyah.

Ditegaskannya, kalau bansos rastra tidak boleh dikutip biaya apapun terhadap warga semuanya gratis diberikan pemerintah sampai ketitik pendistribusian oleh bulog. Jadi kata Armansyah apabila ada lurah yang mengutip uang kepada warga dengan alasan uang becak itu sudah pungli.

” Kalau ada lurah yang masih berani mengutip uang kepada warga penerima bansos rastra dengan modus biaya becak itu namanya pungli,” tegas Armansyah berjanji akan melaporkan kedua lurah ini ke polisi dan Walikota Siantar, Hefriansyah Noor.(EP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *