Kategori
Siantar Terkini

Satpol PP Siantar Pasang Pagar Betis Hadang Pendemo

Siantar (Macannews)- Kantor DPRD Kota Pematangsiantar didemo oleh ratusan pembela etnis simalungun dan simpatisan yang tergabung dalam GKSB, Rabu (25/07/2018). Dalam aksinya  Poltak Sinaga perwakilan Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) dan Simpatisan meminta agar DPRD hari ini juga menggelar sidang paripurna terkait hasil penyelidikan Panitia Angket.

Pantauan macannews.com, massa hanya dihadang dengan pagar betis oleh satpol pp kota siantar dan polwan.

Bagi Poltak Sinaga rencana Panitia Angket DPRD Siantar Terhadap Dugaan Penistaan Etnis Simalungun, yang akan menyampaikan hasil penyelidikannya hanya mengulur-ngulur waktu.

“Segera gelar paripurna hari ini juga,” teriak Poltak Sinaga.

Namun dikarenakan tak seorang pun pimpinan DPRD yang keluar menemui pendemo, akhirnya pendemo membuat perhitungan kepada anggota satpol pp agar membiarkan pendemo untuk masuk menemui wakil rakyat ini.

” Bapak satpol pp yang tegap-tegap dan ibu satpol pp yang cantik-cantik, biarkan kami masuk menemui wakil rakyat ini rumah kami (rumah rakyat),  jangan kalian halangi, kami orang beradat, jangan kalian paksa kami jadi berbuat anarkis, tolong biarkan kami menemui wakil kami,” bilang salah satu orator wanita menggunakan pengeras suara.

Karna tak juga dibiarkan masuk, akhirnya pendemo memaksa dan menerobos pagar betis anggota satpol pp dan berhasil masuk kedalam kantor DPRD lalu menuju ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Siantar.

” Sudah dari tadi  kami bilang sama satpol pp, biarkan kami masuk, kami datang kemari ingin menemui wakil kami, kami orang yang beradat,” teriak orator wanita ini disambut sorak sorai dari simpatisannya.

Didalam Ruangan Rapat Gabungan Komisi tampak, Ketua Panitia Angket, Oberlin Malau, Sekretaris Asrida Sitohang, Wakil Ketua Denny Siahaan dan anggota, Frida Riani Damanik.

Sekretaris, Asrida Sitohang saat berdialog dengan para pendemo mengatakan, kalau pihaknya sudah menuntaskan kerjanya. hari ini hasil penyelidikan diserahkan kepada pimpinan DPRD, bilang Asrida kepada perwakilan pendemo.

Tak puas dengan jawaban Asrida, pendemo akhirnya memutuskan untuk menunggu pimpinan DPRD untuk menemui para pendemo sembari menyalakan lagu tor-tor Simalungun sambil berjoget. (EP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *