Kategori
Siantar Terkini

Wow! Pedagang Odong-odong Di Taman Bunga Siantar Bayar Rp 50 Ribu Sekali Parkir

Siantar (Macannews)- Persoalan parkir di Kota Siantar lagi-lagi menuai sorotan warga seakan tak kunjung tuntas. Kali ini terkait tarif parkir yang berlaku di Taman Bunga. Selain tak dilengkapi karcis retribusi, pengenaan tarif parkir di Taman Bunga dinilai terlampau mahal, Rabu (18/7/2018).

Sejatinya di Pemkot Siantar telah menerapkan biaya parkir melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2013 itu mencantumkan tarif untuk sepeda motor sebesar Rp 1000 sedangkan mobil Rp 2000. Hanya saja di tingkat lapangan, ketentuan itu tak berlaku. Dalam hal petugas parkir, misalnya. Petugas parkir tak disertai identitas berupa kartu yang dikeluarkan instansi terkait, seragam serta karcis yang diberi porporasi.

Terkait harga parkir yang melambung tinggi, wartawan media ini coba menanyai beberapa pedagang di Taman Bunga Siantar salah satunya pedagang Odong-odong yang tak mau namanya dipublikasi mengatakan, setiap harinya mulai dari jam 17.00 Wib sore dirinya wajib membayar Rp 50 Ribu ke jukir agar diperbolehkan parkir.

” Disini bervariasi bayar parkirnya bang, kalau Odong-odong bayar Rp 50 Ribu dari jam 17.00 Wib sampai dengan 22.30 Wib,” kata pria pedagang Odong-odong ini.

Sementara pedagang mainan mandi bola mengaku tarif parkir dari jam 17.00 Wib sampai dengan 22.30Wib sebesar Rp 30 Ribu.

” Kalau saya bayar parkir Rp 30 Ribu bang,” kata pedagang mandi bola ini enggan menyebutkan namanya.

Namun saat hendak ditanyai perihal pengakuan para pedagang, jukir dilokasi ini malah meninggalkan wartawan dan tak mengeluarkan sepatah katapun.

Sementara, Kabid Perparkiran Kota Siantar, Moslen Sihotang mengaku tidak ada menyuruh mengutip uang parkir kepada pedagang odong-odong dan pedagang lainnya yang ada di taman bunga.

” Kami tidak ada menyuruh jukir mengutip uang parkir ke pedagang odong-odong dan mainan anak-anak di taman bunga,” bilang Moslen.

Bahkan Moslen mengatakan lahan parkir sudah wajar dikutip jukir karena pedagang tersebut memakai lahan parkir dan kami sudah menetapkan setoran jukir setiap harinya, bilang Moslen terkesan hanya mengejar setoran para jukir tanpa menghiraukan besaran biaya parkir yang ditanggung pedagang odong-odong dan pedagang lainnya di seputaran taman bunga.(EP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *