Kategori
Daerah Pendidikan

Penambahan Jumlah Rombel Terindikasi Melanggar Peraturan Permendikbud Nomor 17 tahun 2017

Bekasi (Macannews)-  Membludaknya siswa yang mendaftar ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bekasi, memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bekasi berniat menambah rombongan belajar (rombel) di SMPN. Niat tersebut pun mendapat kecaman dari Pemerhati Pendidikan di Bekasi, Selasa (17/7/2018).

Ketua DPD LSM Leppansi Bekasi, Edo mengatakan apabila benar Disdik Kota Bekasi mengirimkan surat ke Pj Walikota Bekasi tentang penambahan jumlah rombel di setiap SMPN itu sudah melanggar Permendibud Nomor 17 tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menurut Edo, Permendikbud 17 tahun 2017  jelas menyebutkan tentang jumlah rombel untuk SMP paling sedikit 20 dan maksimal 32 per-rombel.

” Paling sedikit 20 paling banyak 32 per-rombel,” ujar Edo.

Ditegaskannya, Apabila rombel ditambah tentunya berdampak pada mutu kualitas pendidikan, ketersediaan sarana prasarana serta tenaga pendidik, kata Edo mengakhiri sembari berharap agar Pj Walikota Bekasi, Rudi Ganda kusumah tidak terjebak atas usulan Disdik.

Sebelumnya beredar kabar kalau Kadisdik Kota Bekasi, Ali Fauzie telah mengirimkan Nota Surat permintaan Kepada PJ Wali Kota Bekasi, Rudi Ganda kusumah untuk persetujuan penambahan Rombel di Setiap SMPN. (Edi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *