Kategori
Hukum Kriminal Terkini

Semalaman tak Pulang,   Cewek Tuna Wicara Dicabuli Pacarnya

Medan I Macannews – Satu malam tak pulang ke rumah usai dijemput pacar, seorang gadis tuna wicara berparas manis–sebut saja namanya Putri–hanya bisa menangis begitu tiba di rumah. Tangisan itu menimbulkan sejuta pertanyaan bagi orangtuanya.

Setelah dibujuk agar tenang, akhirnya diketahui, bahwa keperawanan gadis hitam manis itu sudah direnggut pacarnya. Didampingi orangtua dan temannya, Putri pun membuat laporan ke Mapolsek Namorambe, Rabu (23/5/2018) siang.

Lewat bahasa isyarat, gadis berusia 16 tahun yang tinggal di Dusun II, Desa Jaba, Kecamatan Namorambe itu, mengaku selama tak pulang ke rumah, dia telah 2 kali dicabuli pacarnya berinisial DP (19).

Personel Polsek Namorambe pun segera mengamankan DP dari kediamannya dan diboyong ke Mapolsek dengan tangan tergari.

Keterangan yang berhasil dihimpun di Mapolsek Namorambe, Rabu (23/5/2018) sore, peristiwa itu pertama kali terjadi pada Selasa (22/5/2018), sekira jam 14.30 Wib. Dari pihak keluarga dan temannya disebutkan, sebelum peristiwa durjana itu, Putri dijemput pacarnya DP dan diajak ke rumahnya di Dusun III, Desa Namorambe.

Gembira dengan ajakan sang kekasih, Putri pun menyetujuinya dan kemudian pergi ke rumah DP. Tiba di sana, DP kemudian mengajak Putri masuk ke dalam rumah.

Selanjutnya, mereka berdua bercerita panjang lebar dengan menggunakan bahasa isyarat, karena kebetulan memang tidak ada orang lain di rumah tersebut. Singkat cerita, tangan DP pun mulai ‘latah’ menggerayangi tubuh Putri dan akhirnya berhasil merayu gadis hitam manis itu bercumbu.

Dasar playboy ‘cap kucing’, DP ternyata memang berniat untuk menikmati tubuh gadis berambut panjang tersebut. Di saat birahinya memuncak, DP kemudian meminta Putri untuk melakukan hubungan intim, layaknya suami istri.

Meski tak bisa berbicara, spontan saja Putri menolak permintaan itu. Tapi, birahi DP sudah sampai di ubun-ubun. Dia pun memaksa Putri dan akhirnya berhasil melucuti pakaian gadis remaja tersebut.

Berhasil sekali melampiaskan nafsunya, DP kemudian membawa pacarnya itu jalan-jalan ke satu tempat pemandian di kawasan Kecamatan Namorambe.

Putri yang sudah merasa kadung terjebak asmara terlarang itu sekali lagi menyetujui ajakan DP. Pasangan sejoli itu pun pergi ke lokasi pemandian tersebut. Tiba di sana, sekali lagi DP meminta ‘jatah’.

Akhirnya, perbuatan itu kembali mereka lakukan di sebuah gubuk sewaan di kawasan pemandian tersebut. “Kawan aku itu bisu dan dibilangnya lewat bahasa isyarat, dia sudah dicabuli pelaku di dalam rumahnya dan di salah satu pemandian alam,” beber NA (16).

Sementara itu DR (42), orangtua Putri mengatakan, anak gadisnya itu satu malam tak pulang ke rumah usai dijemput DP. Dan keesokan harinya, Rabu (23/5/2018) barulah Putri pulang ke rumah, dan itu pun bukan bersama DP, tapi diantar seorang temannya. “Putri anak kedua saya, dari 2 bersaudara.

Tahunya dia dicabuli, karena waktu pulang dia menangis. Ketika saya tanya, Putri cerita kalau ia dicabuli oleh DP,” jelas DR. DP saat diamankan ke Mapolsek Namorambe.

DP sendiri tak menyangkal perbuatannya itu ketika ditanyai wartawan. Dia mengaku telah mencabuli Putri di rumahnya dan di salah satu lokasi pemandian alam.

“Kami sudah pacaran selama 5 bulan. Dan di rumah dia tidak melarang saat saya ciumi. Begitu nafsu saya naik, saya membuka pakaianya. Tapi dia melarang saya. Tapi, karena sudah tidak tahan, saya paksa,” aku DP.

Kapolsek Namorambe, AKP Zainuddin Lubis, melalui Kanit Reskrim, Iptu W Tarigan, mengatakan sudah mengamankan terduga pelaku cabul DP. Namun, karena kasus tersebut adalah pencabulan anak di bawah umur, selanjutnya dilimpahkan ke Unit PPA Polres Deliserdang. (Mej)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *