Kategori
Terkini

Target 3500 Sertifikat Tanah, BPN Kota Siantar Baru Selesaikan 187

Siantar(Macannews)

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PSTL) merupakan program Badan Pertanahan Negara (BPN) mulai tingkat pusat hingga daerah. program ini merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo agar masyarakat mendapatkan sertifikat tanah secara gratis.

Namun BPN Siantar baru menyelesaikan 187 sertifikat tanah dari 3500 sertifikat tanah yang ditargetkan selesai hingga Desember tahun 2018.

Menurut Kepala BPN Kota Siantar, Rasmon Sinamo melalui Kepala Seksi (Kasi) Penataan Pertanahan/Kordinator PTSL, Erwansyah Nasution dari ruang kerjanya, Selasa (8/5/2018) mengatakan, dari (Januari- 8 Mei 2018), BPN Kota Siantar baru menyelesaikan 187 sertifikat dari target 3500 sertifikat tanah yang ditargetkan selesai dari Januari- Desember Tahun 2018 di Kota Siantar.

Dijelaskannya, Januari – 8 Mei 2018, sebanyak 1214 tanah masyarakat di Kota Siantar sudah dilakukan pengukuran oleh BPN Siantar namun belum menjadi peta bidang, sedangkan peta bidang yang sudah berhasil diselesaikan sebanyak 772. Untuk pengumuman di beberapa kelurahan di siantar sebanyak 478, bilang Erwansyah.

Untuk lokasi programnya sendiri ada 5 Kecamatan , Siantar Sitalasari, Siantar Martoba, Siantar Utara, Siantar Timur dan Siantar Barat. Sedangkan untuk 19 Kelurahan mulai dari Gorilla, Bah Sorma, Tambun Nabolon, Sumber Jaya, Setia Negara, Banjar, Simarito, Bane, Bah Kapul, Gurilla, Pondok Sayur dan Tanjung Tongah, Tomuan, Siopat Suhu, Melayu, Kelurahan Baru dan Bantan.

Sedangkan proses persertifikatan menuru Erwansyah, tidak dipungut biaya alias gratis terkecuali biaya patok materai,foto copy berkas BPHTB.

Ditegaskannya, sesuai dengan Perda Kota Pematangsiantar No 6 Tahun 2011, Apabila Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dibawah bawah Rp 60 Juta maka gratis, namun bila NJOP tanah tersebut diatas Rp 60 Juta maka dikenakan biaya 5 persen.

Untuk tanah warisan dibawah Rp 300 juta gratis, sedangkan diatas Rp 300 Juta dikenakan biaya 5 persen, tegas Erwansyah mengakhiri.(GN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *