Kategori
Hukum Kriminal Terkini topnews

Pembuat dan Pengedar Upal Diringkus di Tembung

Medan (Macannews)

Tiga pria yang dipersangkakan sebagai pencetak dan pengedar uang palsu (Upal) dibekuk Polsekta Percut Sei Tuan Medan

Ketiga pria tersebut masing-masing B Sitanggang Jl. Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, yang berperan sebagai pencetak upal, kemudian Tumbur Marpaung dan Wahyu, sebagai pengedar upal. Ketiganya dibekuk di lokasi dan waktu yang berbeda

 Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri  Senin (7/5/2018) sore mengatakan terungkapnya kasus kejahatan ekonomi ini berawal saat tersangka Wahyu datang ke salah satu toko handphone di Jodoh Centre, Pasar VII Tembung, Kec. Percut Sei Tuan.Sabtu (5/5/2018) siang pekan lalu

 Pelaku membawa upal sebanyak Rp1,4 juta pecahan Rp 50 ribu untuk membeli handphone di toko korban yang identitasnya belum diketahui.

Setelah harga disepakati, pelaku lalu membayar handphone itu kepada korban. Namun saat korban mencek keaslian uang itu dengan alat money detector korban terkejut karena uang itu palsu.

“Korban dibantu warga langsung mengamankan pelaku. Kemudian anggota kami (personel Polsek Percutseituan) tiba di lokasi dan mengamankan pelaku,” ujarnya

Selain mengamankan Wahyu, polisi juga menyita uang palsu pecahan Rp 50 ribu berjumlah Rp1,4 juta.

Saat dilakukan Intrograsi, Wahyu mengaku, bahwa uang palsu itu didapatnya dari seorang pria, dan dia juga mengaku tidak sendirian mengedarkan uang palsu tersebut.

Pengakuan Wahyu ini menjadi dasar Polisi,yang  kemudian melakukan pengembangan.

Setelah dilakukan Intograsi, dan kami bergerak mengembangkan untuk segera meringkus pelaku lainnya. Besoknya, pelaku Tumbur Marpaung diringkus dari salah satu warnet di Perumnas Mandala,” tambah Faidil.

Personel kembali lakukan intograsi kepada Tumbur Marpaung dan ia kembali ’bunyi’.

Pada Senin (7/5/2018) siang, personel berhasil meringkus B  Sitanggang, sebagai otak pelaku yang mencetak uang palsu itu dari kediamannya. Bersama tersangka Sitanggang turut disita dua unit mesin pencetak uang palsu.

Saat penangkapan, B Sitanggang coba melarikan diri dengan memanjat atap rumahnya. Namun B Sitanggang dapat diamankan. Sementara seorang pengedar uang palsu lainnya berhasil lolos.

Personel yang sudah mengetahui identitasnya sedang melakukan pengejaran. (Triol/mar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *