Kategori
Hukum Kriminal Terkini topnews

Modus Menakut-nakuti, Seorang Kuli Bangunan Cabuli 3 Bocah

Medan (Macannews)

Saripin (29) warga Jalan Setia Tirta Bendungan Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang ini, terbilang pria yang mengalami kelainan sek

Lihat saja, lantaran nafsu melihat 3 bocah laki-laki dia pun nekat mecabuli bocah bawah umur itu meskipun didahului dengan  cara menakut-nakuti ketiga bocah tersebut “ ayo di kemaluan kamu itu ada kuntilanak “ kira-kira demikian ancaman Sarpin kepada tiga anak tersebut

.Akibatnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini harus mendekam di sel  tahanan seperti yang dipaparkan Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna dalam pres releasenya, Senin (7/5/3018)

Awalnya, kata Kapolsek berpangkat  melati satu itu, Saripin menakuti para korbannya. Tersangka menyebut ada arwah kuntilanak pada kemaluan para korban.

Ditakut-takuti begitu, tentu saja membuat ke tiga anak-anak berjenis kelamin laki-laki tersebut jadi ketakutan, dan tersangka kemudian meraba-raba kemaluan ketiga korban yang masing-masing berinisial DP (14) siswa kelas tiga SMP, MRP (14) siswa kelas dua SMP, dan BS (15) kelas satu SMK.

Saat di Mapolsekta Sunggal, Saripin berkilah niatnya mencabuli ketiga anak laki-laki tersebut karena tuntutan ilmu hitam yang dimilikinya.

“Sebelum main kuda kepang harus dibersihkan, terus kubilang lah harus dibersihkan dulu. Waktu itu lah kupegang anunya bang,” ucapnya kepada wartawan sembari menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna selanjutnya mengatakan, aksi pelaku saat mencabuli ketiga korban dengan mengatakan ada arwah kuntilanak di kemaluan korban.

“Pelaku ini melakukan aksi  pencabulan  terhadap ketiga korban dengan mengatakan arwah kuntilanak ada di kemaluan.

Korban pun takut lalu meminta pelaku untuk menyembuhkan. Pelaku pun langsung menyanggupi dan akhirnya melakukan  pencabulan  tersebut,” ucapnya

Di lain sisi, pelaku mengakui aksinya tersebut dilakukan karena gairah nafsu.”Ia nafsu juga bang, walaupun masih anak-anak,” aku Saripin dihadapan Kapolsek dan awak media.

Kompol Wira sendiri mengatakan aksi  pencabulan  tersebut dilakukan pelaku di lapangan Lembah Jalan Setia Tirta, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan, Medan Sunggal.

Selanjutnya, karena terbukti melakukan tindak  pencabulan terhadap anak di bawah umur, Saripin yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut telah melanggar pasal 82 junto 76 E, UU No 35 tahun 2014, tentang perubahan atau UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan masa hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Pelaku terbukti melanggar UU perlindungan anak, dan akan diproses secara hukum,” papar Wira. (Triol/mar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *