Kategori
Hukum Kriminal Terkini

Poldasu Ringkus Pengoplos Gas Bersubsidi

Medan (Macannews)

Benget Silalahi (45) warga Jalan Williem Iskandar Medan Tembung kini harus berurusan dengan Dit Krimsus Polda Sumut setelah diaa ketahuan melakukan pengoplosan gas bersubsidi pemerintah di lokasi kediaman tersangka Kamis (4/5) siang

“ Jadi anggota kita menemukan suatu kegiatan melanggar hukum yakni  dugaan pengoplosan gas bersubsidi pemerintah ukuran 3 kg, “ kata Dir Krimsus Poldasu Kombes Pol Toga H Panjaitan, kepada sejumlah wartawan saat konfrensi pers Jumat (5/5/2018) di Mapoldasu

Toga yang didampingi Kasubdit Indag Kompol Roman,S.IK dan Kasubbid Penmas AKBP M.P. Nainggolan selanjutnya menjelaskan terungkapnya kasus ini berkat informasi yang diberikan masyarakat kepada pihaknya.

Saat diperiksa penyidik setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka, kata Toga, diperoleh pengakuan bahwa tersangka sengaja memindahkan isi tabung gas ukuran 3 kg bersubsidi pemerintah ke dalam tabung gas ukuran 12 kg.

Caranya pelaku pertama membeli tabung gas isi 3 kg bersubsidi pemerintah dari para  tukang becak yang membeli  pada kios-kios pengecer gas LPG 3 kg bersubsidi pemerintah yang diantar ke tempat usaha pelaku dengan harga pembelian persatu tabung berisi gas 3 Kg bersubsidi pemerintah Rp. 17.000 s/d 18.000

Untuk memindahkan  isi tabung, tersangka menggunakan peralatan berupa kompor gas, besi bulat berukuran kurang lebih 5 cm sebagai alat pemindah isi gas, obeng, panci, ember, alat timbang dan segel dalam pemindah isi tabung gas 3 kg bersubsidi pemerintah.

Dan melancarkan bisnis ilegalnya tersangka pun mempekerjakan 2 orang karyawan yakni Marlin Pangaribuan dan M.Tahir Pasaribu als Ucok.

Setelah tabung 12 kg berisi, kemudian ditimbang dan diberi segel plastik selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat (konsumen) dengan harga persatu tabung 12 kg seharga Rp 105.000 s/d Rp. 110.000.

Dalam kasus ini petugas menyita barang bukti 19 tabung gas LPG isi 12 Kg dalam keadaan berisi hasil pemindahan dari tabung gas LPG bersubsidi isi 3 kg. Kemudian 76 tabung gas LPG bersubsidi isi 3 kg dalam keadaan kosong yang sudah dipindahkan kedalam tabung gas isi 12 kg serta 36 tabung gas LPG isi 12 kg dalam keadaan kosong.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf b jo Pasal 1 ke 3e UU Darurat No. 7/Drt/1995 tentang Tindak Pidana Ekonomi Jo Subsider pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat 1 huruf a, b dan c UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen lebih subside lagi melanggar pasal 53 huruf d dan pasal 54 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

Menindaklanjuti kasus ini kata Toga, Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut akan melakukan pemeriksaan ahli dari  PT. Pertamina, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumatera Utara.(mardi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *