Kategori
Daerah Terkini

Narkoba Menjadi Persoalan Serius di Tebingtinggi

Tebingtinggi (Macan News)

Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan, masalah narkotika menjadi persoalan yang cukup serius dan harus ditanggulangi serta diselesaikan bersama-sama pemerintah dan masyarakat.

Hasil diskusi antara walikota dengan pihak BNNK, dalam dua hari ada dana yang disedot mencapai Rp 600 juta untuk persoalan narkotika.

Hal itu disampaikan Walikota Tebingtinggi pada saat pertemuan dengan para tokoh agama se Tebingtinggi dalam kegiatan ‘Lawan Hoax, Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian’ yang diselenggarakan Badan Kesbang Pol Kota Tebingtinggi, Kamis (3/5), digedung Hj Sawiyah Jalan Sutomo kota setempat.

Disampaikan oleh Walikota, bahwa akibat dari banyaknya dana yang dimanfaatkan untuk narkotika, ekonomi di Tebingtinggi menjadi lemah, karena perdagangan menjadi mandek. “Saat ini, kita juga dihadapkan pada persoalan munculnya berita hoax, penistaan agama dan ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, Walikota berharap hal-hal semacam ini wajib  dilawan bersama-sama untuk menentangnya, dengan berfikir dan bertindak cerdas dalam menyikapinya. “Jika menemui kejadian semacam ini, jangan mengambil tindakan main hakim sendiri, tetapi salurkan melalui jalur hukum, karena ada aturan yang mengaturnya,” imbuh walikota.

Pada kesempatan itu, walikota berharap para tokoh agama dapat mengajak umatnya masing-masing lewat sosialisasi dan jika perlu lakukan jemput bola. “Mari terus bersama Pemerintah Kota Tebingtinggi para tokoh agama senantiasa memelihara kondusifitas kota Tebingtinggi dan tetap membangun kebersamaan,” ajaknya.

Dalam pertemuan yang mengakat tema lawan hoax, penistaan agama dan ujaran kebencian yang diikuti 200 orang para tokoh agama dan masyarakat tersebut, menghadirkan narasumber Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK dan Ketua FKUB Tebingtinggi H Abu Hasyim Siregar. ( Gabe)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *