Kategori
Pendidikan Terkini topnews

Diduga Ditilep Kepsek, Dana BOS SDN 01 Mekar Sari Tamsel Bekasi Dipertanyakan

 

Bekasi (Macannews)

Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SD 01 Mekar Sari Tambun Selatan (Tamsel-red) Kabupaten Bekasi yang memiliki murid kurang lebih 1000 siswa dinilai oleh orang tua murid tidak jelas juntrungnya,

Wajar lah kalau persoalan dana BOS ini jadi pergunjingan di kalangan orang tua murid. Di benak mereka muncul pertanyaan kemana dana BOS tersebut dipergunakan oleh oknum Kepsek bernama, Nurdin Spd

Menurut para wali murid yang minta jati dirinya jangan ditulis, Senin (30/4/2018), selama ini buku paket untuk belajar siswa terpaksa bergantian memakainya. Padahal buku paket tersebut dianggarkan dari BOS setiap tahunnya.

Sehingga para guru kewalahan lantaran harus menerangkan dan siswapun harus mencatatnya. Selain itu siswa tidak diperbolehkan membawa buku paket itu pulang ke rumah untuk dipelajari.

” Selama ini siswa secara bergantian memakai buku paket dan siswa tidak diperbolehkan membawa pulang kerumah hanya boleh dipakai disekolah,” sebut beberapa wali murid ini.

Para wali murid meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera memanggil dan memeriksa oknum kepsek SD Negeri 01 Mekar Sari Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tentang dugaan penyelewengan dana BOS.

Terpisah Kepala Sekolah SD Negeri 01 Mekar Sari Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Nurdin Spd ketika akan ditemui terkait penggunaan dana BOS yang tidak jelas juntrungnya itu sedang tidak berada disekolah menurut salah seorang guru ditemui di lokasi sekolah.

Sementara itu, pengamat pendidikan Jawa Barat, Edo menduga ada kejanggalan dari pengadaan buku paket kepada para siswa di SD Negeri 01 Mekar Sari Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Untuk itu dia meminta aparat penegak hukum menelusuri dan memastikan bahwa pengadaan buku paket tersebut tidak terjadi penyimpangan.

“Isu yang beredar inikan sudah luar biasa.ada yang bilang kalau pengadaannya bermasalah, tentu isu ini harus di kroscek dulu kebenarannya, itulah tugas aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa mekanismenya berjalan sesuai prosedur,” Ujarnya.

Edo menjelaskan, berdasarkan Juknis BOS yakni Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 bahwasanya sasaran dana BOS adalah bagi SD/SDLB/SMP/SMPLB dan SMA/SMALB/SMK yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat yang telah terdata dalam Dapodik dan memenuhi syarat sebagai penerima BOS berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Adapun besaran jumlah dana BOS diterima satuan biaya BOS yang diterima oleh SD/SDLB sebesar Rp800 ribu per peserta didik per tahun.

Ditegaskan Edo, buku pelajaran di SDN 01 Mekar Sari Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tidak boleh kurang ataupun siswa bergantian memakainya apalagi lagi siswa tidak diperbolehkan membawa pulang ke rumah jelas kebijakan ini tidak sesuai dengan aturan karena sudah diakomodir dana BOS.

Untuk itu, diharapkan sesegera mungkin aparat penegak hukum memeriksa kepsek SDN Mekar Sari Nurdin Spd perihal dana BOS nya, bila aparat penegak hukum di Bekasi lambat meresponnya maka saya selaku Ketua DPD LSM Leppansi Jawa Barat yang akan membawa permasalahan ini kepenegak hukum, ancam Edo. (Edy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *