Kategori
Pendidikan Terkini

Berdalih Seminar Disdik Simalungun dan UPTD Dolok Panribuan Diduga Pungli Guru SD

Simalungun (Macannews)

Berdalih seminar Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dan UPTD Kecamatan Dolok Panribuan terindikasi lakukan pungutan liar (pungli) terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru SD di Kecamatan Dolok Panribuan , Kabupaten Simalungun, Senin ( 26/3/2018).

Tampaknya semangat sapu bersih pungutan liar ( saber pungli), yang di suarakan presiden Republik Indonesia Joko Widodo, berbanding terbalik dengan kelakuan diduga disdik dan UPTD Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun.

Dengan alasan biaya kegiatan seminar yang diselenggarakan Disdik kabupaten Simalungun melalui uptd kecamatan dolok panribuan diduga kuat melakukan pungutan liar kepada setiap guru sd sekecamatan dolok panribuan peserta seminar.

Hal ini terungkap dari keluhan salah satu guru SD peserta seminar yang tidak mau disebutkan namanya. Kepada macannews guru SD peserta seminar ini mengeluhkan bahwa seluruh guru sd di kecamatan Dolok Panribuan dimintai uang sejumlah Rp 300 ribu perguru untuk biaya kegiatan seminar yang diadakan Jum’at (23/3/2018).8

Mendapatkan keluhan tersebut, macannews coba mengkonfirmasi guru tersebut via seluler. Dengan percaya diri guru berambut sebahu ini membenarkan tindakan pungli tersebut, bahkan dengan gamblang menjabarkan besaran biaya “pungli” sebesar Rp300 ribu beralasan biaya kegiatan seminar. Masing -masing guru SD menyetor ke kepsek masing-masing lalu kepsek menyetorkannya ke UPTD disdik kecamatan Dolok Panribuan.

“Satu guru sd bayar rp 300 ribu disetor ke kepsek masing-masing lalu kepsek menyetorkan uang tersebut ke UPDT, nilainya besar kali yang dikutip pak,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi via seluler Senin (26/3/2018) Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Simalungun, Resman Saragih mengatakan kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah kepada guru di Dolokpanribuan Tigadolok benar dikoordinasikan oleh Korwil cam atau UPDT dengan kelompok kerja kepala sekolah dan dilaksanakan nara sumber dari Lembaga pelatihan yang diketuai Prof Dr H Matsyuro Msi.

Kegiatan itu murni secara swadana dan bagi guru yang berminat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun karya ilmiah sbg syarat naik pangkat mulai Gol 3.b yang diharuskan menyusun karya ilmiah.

“ Jadi tidak ada arahan dan secara dinas, tidak ada rekomendasi dari disdik utk pelaksanaan itu, karena terserah kepada guru yang bersangkutan untuk mengikuti atau tidak. Jadi sifatnya seperti kursus, dan kegiatan itu tdk bisa dibiayai dana BOS, karena untuk kepentingan pribadi guru, “ katanya

Dijelaskannya kegiatan itu sifatnya sukarela dan tidak ada arahan harus mengikuti, karena tergantung kemampuan teknis guru, apakah diperlukan atau tidak. Jadi diserahkan kepada kepentingan guru masing masing, dan sifatnya berupa kursus mandiri.

Dinas Pendidikan menyampaikan agar guru guru yang akan mengikuti jangan memaksakan diri jika tidak diperlukan, dan tidak ada arahan atau sanksi bagi yang tidak mengikuti, karena sifatnya kegiatan diluar dinas,ujarnya. (GN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *