Kategori
Daerah Pendidikan

Kasus Pungli di SMAN 1 Tamsel Berjalan Mulus. KCD dan Plt Kepsek Diduga ” Main Mata”

Kabupaten Bekasi (Macannews,com)

Meskipun berulangkali dimuat di sejumlah media terkait dugaan pungli liar (Pungli) berkedok Sumbangan Awal Tahun (SAT)  dengan modus untuk membantu pembiayaan sarana dan prasarana sekolah mencapai ratusan juta rupiah yang terjadi di SMA Negeri 1 Tambun Selatan saat penerimaan siswa didik baru beberapa bulan yang lalu berjalan mulus alias dipetieskan.

Diduga kuat dalam hal dugaan Pungli itu pihak KCD wilayah 3 Bekasi Provinsi Jawa Barat sengaja melakukan pembiaraan, sehingga kasus yang melibatkan H Mamat Sudirahmat selaku Plt di SMAN 1 Tamsel yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMA se-Kabupaten Bekasi tersebut hingga kini belum jelas titik terangnya. Akibatnya sejumlah oknum Kepsek SMA di Kabupaten Bekasi yang diduga terlibat dalam kasus yang sama merasa dibekingi dan kebal hukum

Salah satu orangtua murid, SHL yang merasa keberatan dengan Pungli tersebut, berharap agar Kadisdik Provinsi Jawa Barat segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban H Mamat Plt Kepsek di SMAN 1 Tamsel. Selain melakukan Pungli (SAT) Sumbangan Awal Tahun pihak sekolah tanpa melalui rapat dan persetujuan orangtua murid menaikkan biaya SPP kepada siswa kelas X

” Selama H Mamat menjabat Plt di SMAN 1 Tamsel, semua aturan berubah drastis, seperti menaikkan SPP siswa yang sebelumnya Rp 350 000 menjadi Rp 400 000. Begitu juga biaya SPP bagi siswa tidak mampu yang sebelumnya di gratiskan sekarang harus bayar sebesar lima puluh persen. Begitu juga pungutan rencana studi tour siswa kelas XII dan kegiatan pramuka serta pungutan lainnya yang sebelumnya tidak seluruhnya dibebankan kepada orangtua murid, sekarang sepenuhnya dibebankan kepada orangtua siswa. Justru pungutan lainnya yang disetujui secara diam-diam semakin bertambah,” beber pria jangkung tersebut seraya memperlihatkan kwitansi pembayaran pungutan SPP dan pungutan sarana yang dikutip pihak sekolah kepada setiap siswa baru

Sementara Plt Kepsek SMAN 1 Tamsel H Mamat Sudirahmat yang sudah berulangkali hendak ditemui Macannews,com untuk mengkonfirmasi perihal tersebut, selalu tidak berhasil ditemui di SMAN 1 Tamsel. Sama halnya dengan Ati selaku Humas di sekolah tersebut, selalu menghindar dengan alasan sibuk. Kuat dugaan H Mamat dan Humas sengaja menghindar dari kejaran sejumlah Wartawan agar kedoknya tidak terus menerus diungkap di media

Sementara Ketua KCD Wilayah 3 Bekasi, Casmadi yang sebelumnya berulangkali dikonfirmasi terkait dugaan Pungli tersebut mengatakan hal yang sama, bahwa pihaknya sudah berulangkai mengingatkan kepada setiap Kepala sekolah agar tetap mematuhi Standar Operasi Prosedur (SOP).

” Saya berulangkali sudah mengingatkan kepada setiap kepala sekolah agar selalu mematuhi SOP, namun jika tetap tidak dipatuhi atau dilanggar dilapangan itu lain urusannya sudah hukum yang bicara,” ungkapnya melalui telepon selulernya kepada Macanews,com

Namun saat ditanyakan, terkait perkembangan kasus SMAN 1 Tambun Selatan ” Terbuka”yang diduga tidak diatur dalam Juknis P2PB online tahun ajaran 2017/2018 yang sampai saat ini belum jelas titik terangnya dan menjadi bahan pembicaraan para orangtua siswa selama ini. Casmadi tidak membalas SMS (WA) yang dikirimkan. Macannews,com

Seperti kita ketahui berita yang dimuat sebelumnya di Media Macannews Online terkait dugaan Pungli tersebut diantaranya pungutan yang berkedok Sumbangan Awal Tahun (SAT)  dimana setiap siswa baru harus membayar Rp 1 600 000 serta biaya SPP untuk siswa baru sebesar Rp 400 000 per bulannya yang diduga melibatkan Komite yang disetujui oleh sepihak tanpa terlebih dahulu mengadakan rapat antara pihak sekolah dan orangtua siswa. (Edy)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *