Gelar Peringatan Hari Toleransi Internasional Di Siantar FKUB: Hindari Isu Sara Dalam Pemilu 2019

Gelar Peringatan Hari Toleransi Internasional Di Siantar FKUB: Hindari Isu Sara Dalam Pemilu 2019

- in Pendidikan, Siantar
34
Foto: Hari Toleransi Internasional.

Siantar (Macannews)- Peringatan hari toleransi internasional yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Lapangan H. Adam Malik, sejalan dengan kota Pematangsiantar yang terkenal paling toleran se Indonesia, acara tersebut dihadiri Wali Kota H Hefriansyah, SE, MM, Rabu, (21/11/2018).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, mari tetap kita pupuk keberagaman yang ada dalam bingkai persatuan NKRI, kiranya dengan semangat hari toleransi internasional ini dapat menambah motivasi kita sekalian untuk menjaga kemajemukan di kota ini, agar kota Pematangsiantar semakin mantap maju dan jaya.

Sikap toleransi adalah bentuk pengakuan hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental orang lain, dengan adanya keberagaman manusia, toleransi bisa menjamin kelangsungan hidup komunitas di setiap wilayah dunia. Toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dunia yang beragam, bentuk ekspresi dan cara kita menjadi manusia.

Ketidak tahuan tentang perbedaan budaya, agama dan etnis yang ada di sekitar dapat menyebabkan ke tidak amanan. Oleh karena itu setiap negara bertanggung jawab untuk menegakkan hukum hak asasi manusia, melarang kebencian, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Negara juga harus memastikan akses yang sama bagi setiap orang terhadap pengadilan, komisaris hak asasi manusia atau Ombudsman, sehingga tidak ada orang yang main hakim sendiri dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan, ungkap Wali kota dalam pidatonya.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu dalam sambutannya menyampaikan, “kota ini sangat terkenal sebagai kota toleran, kita harus sama-sama menjaga nama baiknya dibawah pimpinan Wali Kota H Hefriansyah, SE, MM, agar tetap menjadi kota toleransi terbaik di Indonesia maupun dunia”, katanya.

Sementar itu Dandim 0207/Simalungun diwakili Mayor Inf. J. Tambunan dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Dandim karena masih ada pekerjaan yang lain. “Toleransi merupakan kewajiban setiap individu dan kelompok, hari toleransi internasional sangat tepat bagi kita untuk mengingatkan kita sebagai negara yang besar dan berpengalaman”, ungkapnya.

Mewakili ketua DPRD Pematangsiantar Efendi Siregar dalam sambutannya mengapresiasi pengurus FKUB yang telah melaksanakan kegiatan ini. selanjutnya kakan kemenag Pematangsiantar H. Asbi Pulungan MH mengatakan, “terimakasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh agama atas terlaksananya acara ini, kepada pengurus FKUB marilah kita bekerja dengan sabar dan bekerja dengan ikhlas untuk menjaga toleransi antar pemeluk agama di kota ini”, katanya.

BAKUMSU (Bantuan Hukum Sumatera Utara) Roy Simarmata mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan kita tidak perlu mencari perbedaan seraya mengucapkan terimah kasih kepada Bpk H. M Ali lubis yang sudah sukses melaksanakan acara ini.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Pematangsiantar Drs. H. M Ali Lubis sebelum pembacaan ikrar menyampaikan, kegiatan ini di gelar sebagai penghormatan tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama, kepercayaan, warna kulit.

Melalui kegiatan ini diharapkan terciptanya sebuah pergerakan yang memiliki wawasan kebangsaan dan keanekaragaman secara multi kulturalis sehingga bisa mewujudkan persatuan masyarakat di Kota Pematangsiantar, katanya.

Selanjutnya bersama seluruh pengurus FKUB membacakan ikrar ini, Negara Indonesia merupakan Negara Bhineka Tunggal Ika berbeda tetapi tetap satu. Negara Indonesia melayani 6 agama resmi yakni Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghu Chu. Oleh karena itu Bangsa Indonesia harus rukun harus damai dan harus bersatu.

Dengan memiliki sifat toleransi, tenggang rasa dan tak boleh menang sendiri, tidak boleh mau menang sendiri, jangan biasakan mengusik-usik agama orang lain, dan jangan merendahkan etnis orang lain, kita memang berbeda, namun kita punya persamaan, persamaan itu yang kita pupuk dan kembangkan serta kita bina.

Tampak hadir dalam acara tersebut Kajari Pematangsiantar diwakli Kasi Datun Muklish, SH, MH, beberapa perwakilan Ormas keagamaan, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat. (Doni)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Diduga Ada Pungli di SMAN 7, Siswa Dipungut Rp 2 Juta

Bekasi (Macannews)- Dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli)