Ngaku Lalai, LSM Macan Habonaron: Kepsek SMAN 4 Tamsel Pantas Dicopot

Ngaku Lalai, LSM Macan Habonaron: Kepsek SMAN 4 Tamsel Pantas Dicopot

- in Daerah, Pendidikan
82
Foto: Kepsek SMAN 4 Tamsel Bekasi, Deny Ermayana.

Bekasi (Macannews)- Setelah terus menerus disorot macannews, Kepsek SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel), Kabupaten Bekasi, Deni Ermayana mengaku lalai sebab pihaknya terlanjur mengutip uang sekolah sebesar Rp 300 ribu/bulan, uang pembangunan sebesar Rp 1,3 juta, uang seragam sekolah sebesar Rp 1,2 juta, uang MPLS sebesar Rp 800 ribu total Rp 3.6 juta kepada siswa-siswi pemegang kartu KIP.

Kepsek SMAN 4 Tamsel Bekasi Deni Ermayana disampaikan melalui wakasek H Mihayar mengaku pihaknya lalai tanpa melihat dengan teliti berkas siswa-siswinya mana saja yang pemegang kartu KIP.

” Kami lalai berkasnya terselip, sedangkan uang yang sudah terlanjur kami kutip akan dipulangkan secepat mungkin,” kata H Mihayar  mengakhiri, Rabu (14/11/2018).

Dimintai tanggapannya, Sekretaris DPD LSM Macan Habonaron Jawa Barat, Dirmanto meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mencopot Kepala SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel) Kabupaten Bekasi. Dirmanto merupakan aktifis didunia pendidikan  Jawa Barat ini menilai pencopotan tersebut pantas dikenakan bagi sang kepala sekolah.

“ Saya pikir memang kepala sekolah harus dikenakan sanksi seperti itu karena dianggap memang lalai. Perlakuan Deni Ermayana inikan mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi khususnya di Tamsel.

Bayangkan saja, siswa yang masuk lewat jalur prasejahtera memiliki KIP dipungut biaya yang tidak sedikit, lantas setelah dicek ternyata benar beberapa siswanya pemegang kartu KIP turut kena kutip oleh Deni Ermayana ” kata Dirmanto saat berbincang dengan macannews, Rabu (14/11/2018).

” Nah, sekarang kedua bibir Deni Ermayana dengan mudahnya mengatakan pihaknya lalai dan akan mengembalikan uang siswa pemegang KIP yang sudah terlanjur dibayarkan, gak bisa seenak bibirnya saja, dia harus dicopot,” tegas pria yang kerap dipanggil bang Otoy ini.

Dirmanto menjelaskan, dengan adanya sanksi pencopotan tersebut akan menjadi perhatian bagi sekolah lain untuk lebih berhati-hati dan awas melihat siswa-siswa mereka.

“Saya memperkirakan aturan pencopotan itu sudah tertera dalam aturan sehingga dikenakan. Kalau Pemda sampai melakukan itu (pencopotan kepala sekolah), mungkin itu sudah memenuhi aturan,” tukasnya. (Edi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Diduga Ada Pungli di SMAN 7, Siswa Dipungut Rp 2 Juta

Bekasi (Macannews)- Dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli)