Wali Murid Mengeluh Uang Sarana Dan Prasarana Rp 1,2 Juta

Wali Murid Mengeluh Uang Sarana Dan Prasarana Rp 1,2 Juta

- in Hukum Kriminal, Pendidikan
125
Foto: Tidak tampak tanda-tanda pengerasan tanah dilapangan upacara maupun tempat parkiran sepeda motor Di SMAN 5 Tamsel Bekasi.

Tamsel (Macannews)- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkatan SMAN 5 Tamsel Bekasi, mulai ternoda oleh tidak padunya suara yang muncul dari wali murid yang kecewa bahkan menggerutu atas pungutan biaya sarana dan prasarana yang masih diberlakukan sekolah.

Salah satunya sekolah SMAN 5 Tamsel Bekasi, memutuskan biaya sarana dan prasarana sebesar Rp 1,2 juta dianggap berlebihan mengingat sekolah memainkan peranannya untuk melaksanakan tugas pemerintah dengan cara melakukan pungutan dana terhadap siswa baru. Para orang tua merasa diberatkan dengan pungutan uang sarana dan prasarana yang hanya ditetapkan disekolah-sekolah tertentu saja.

Keluhan itu datang dari salah seorang orang tua siswa berinisial R (46) Warga Tambun Bekasi ini mengaku mengeluh dan merasa keberatan dengan beban yang diwajibkan oleh pihak sekolah. Bahkan R juga mengaku kalau kutipan itu sebelumnya tidak pernah dibicarakan kepada orang tua murid.

” Sangat keberatan atas pengutipan itu, apalagi sebelumnya tidak ada dibicarakan dengan wali murid,” ungkap R tanpa mau menyebutkan nama anak dan dirinya untuk menjaga agar tidak diintimidasi sekolah.

Menurutnya, sekolah sudah disiapkan oleh pemerintah untuk anak-anak bisa sekolah bertujuan mereka pintar sehingga satu hari kelak mereka akan terus melaju ketingkatan lanjutan bahkan kuliah dan bekerja atau mungkin calon pemimpin di masa mendatang. Jumlah biaya yang diminta sekolah sangat membuat dirinya kesulitan dan amat memberatkan sekali sebab kondisi keuangan yang pas-pasan. Tapi mau gimana lagi terpaksa ikut kendati ini tidak bisa disuarakan mengingat para orang tua terkesan takut sebab mengindari permasalahan baru terhadap anaknya.

” Kok masih menyulitkan para orang tua dengan pungutan yang mencekik urat leher itu. Mengapa uang sarana itu dibebankan kepada orang tua, sebutnya.

Menurut wanita yang sudah berusia paruh baya itu, sebanyak Rp 1,2 juta pihaknya tidak mengetahui apa-apa saja yang harus dilengkapi sekolah hingga setiap siswa diberikan beban berat.

Sehubungan dengan keluhan wali murid itu,  wartawan macannews mengkonfirmasi Kepsek SMAN 5 Tambun Selatan (Tamsel) Bekasi, Sri Anarusi , Selasa (6/11/2018) dari ruang kerjanya membenarkan perihal pengutipan uang sarana prasarana 1,2 juta tersebut ke seluruh siswa kelas X.

” Benar, kami ada mengutip uang ke siswa kelas x sebesar Rp 1,2 juta untuk uang sarana prasarana,” bilang Sri Anarusi.

Diterangkan Sri Anarusi, adapun uang yang mereka kutip ke siswa sebesar Rp 1,2 juta dengan rincian, pengerasan tanah dilapangan upacara sekolah, tempat parkiran sepeda motor dan penambahan 4 toilet.

” Pengerasan tanah dilapangan upacara, tempat parkiran sepeda motor dan penambahan empat toilet, silahkan nanti mas cek ke lokasi pengerjaan,” kata Sri Anarusi.

Anehnya, Ketua Komite SMAN 5 Tamsel Bekasi, Riowati  terkesan buang badan saat ditanyai wartawan perihal pengutipan uang sarana prasarana tersebut dengan mengatakan sama sekali tidak tahu menahu perihal uang sarana prasarana yang dikutip ke siswa kelas x.

” Gak tahu saya mengenai uang sarana-prasarana itu mas, tanya saja kepada panitia pembangunan, bilang Riowati.

Sementara dari, hasil pantauan macannews di lokasi pengerjaan hanya 4 toilet yang dikerjakan sedangkan pengerasan tanah dilapangan upacara sekolah dan tempat parkiran sepeda motor sama sekali belum ada tanda-tanda akan dikerjakan.

Tentunya hal ini menimbulkan kecurigaan bagi orang tua siswa SMAN 5 Tamsel Bekasi serta berharap aparat dinas terkait dan aparat penegak hukum mengusut kasus ini sehingga terang-benderang. (Edi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gadis Aceh yang Meninggal di Malaysia Tiba di Aceh

Lhokseumawe (Macannews)- Jenazah Rahmalia (24), gadis Aceh yang