Coret Tembok Bersejarah, Turis di Thailand Dihukum 10 Tahun Penjara

Coret Tembok Bersejarah, Turis di Thailand Dihukum 10 Tahun Penjara

- in Internasional, Pariwisata
26
Foto: Tembok Kota Tua Chiang Mai Thailand.
Thailand (Macannews)-Dua orang turis di Thailand dihukum 10 tahun penjara karena mencoret tembok bersejarah Tha Pae di Chiang Mai. Mereka adalah Britanny Schneider (22) asal Kanada dan Lee Furlong (23) asal Inggris.
Peristiwa ini berawal ketika Schneider dan Furlong tertangkap kamera pengawas atau CCTV sedang mencoret tembok kota tua dari abad ke 13 tersebut dengan cat semprot, Kamis (23/10/2918).
Keduanya sempat dipenjara selama tiga hari sebelum akhirnya dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.
. “Aku sungguh sangat takut. Aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan, benar-benar minta maaf. Aku sungguh ketakutan dan hanya ingin pulang ke rumah,” kata Schneider kepada Canadian Press.
Schneider menjelaskan bawa dirinya dan teman-temannya dalam keadaan mabuk saat peristiwa tersebut terjadi. Ketika ingin kembali ke hostel, Scheneider mencoret huruf “B” sedangkan Furlong mencoret kalimat “Scousse Lee” di tembok Tha Pae.
“Aku menulis huruf B tetapi kemudian berhenti karena aku tahu ini tidak baik, tetapi sudah terlambat,” jelas Schneider.
Keesokan harinya setelah mencoret tembok, Schenider dan Furlong dijemput tujuh polisi di depan hostel.
“Mereka menunjukkan video tersebut dan bertanya apakah aku di video yang sedang mencoret tembok. Aku mengakuinya,” jelas Schneider.
Atas perbuatannya, Schneider dan Fulrong tidak hanya dihukum penjara 10 tahun tetapi juga dikenakan denda satu juta Baht atau setara Rp 645 juta. Keduanya juga akan menjalani persidangan dua minggu lagi.
“Perbuatan mereka akan diinvestigasi dan ditindak berdasarkan hukum yang berlaku,” kata Letnan Koloner Teerasak Sriprasert dari Kepolisian Chiang Mai.
Hal ini menjadi pembelajaran bagi turis agar tidak mencoret atau melakukan vandalisme apapun, terutama di tempat bersejarah.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemkot Butuh Perda Rencana Induk Pariwisata

Pemerintah Kota (Pemkot) Siantar menilai perlu mengatur pembangunan