Miris…Meski Sudah Pernah Diberitakan, Kasek SMAN 4 Tamsel Ngotot Paksa Murid Tak Mampu Bayar Utang Rp 3,6 Juta

Miris…Meski Sudah Pernah Diberitakan, Kasek SMAN 4 Tamsel Ngotot Paksa Murid Tak Mampu Bayar Utang Rp 3,6 Juta

- in Daerah, Pendidikan
147
Foto: AL, Orang Tua salah Satu Siswa di SMAN 4 Tamsel Bekasi Dalam Kondisi Sakit Saat Ditemui Wartawan.

Bekasi (Macannews)- Meski sudah pernah diberitakan dan menjadi sorotan wartawan, tindakan tak terpuji terhadap beberapa orang siswa kurang mampu terus dipertontonkan Kepsek SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel) Bekasi, Provinsi Jawa – Barat. Bagaimana tidak, beberapa siswa-siswi dari keluarga kurang mampu sudah jelas-jelas pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dipaksa oleh kepsek  untuk membayar tunggakan sebesar Rp 3.6 juta.

Instruksi pembayaran tersebut, sesuai pengakuan salah satu orang tua murid berinisial (AL), orang tua dari siswi Kelas X, ketika ia mendapatkan surat panggilan pihak sekolah untuk menjumpai wakasek bernama Muhayar.

“Saat itu, saya mendapat surat dari pihak sekolah untuk temui wakasek. Saya pikir, anak saya ada masalah. Tetapi, ketika itu wakasek, hanya menyebut untuk lunasi hutang Rp 3,6 juta,” sebutnya.

Memang, kata AL, pihak sekolah tetap memperbolehkannya untuk mencicil pembayaran.
Tetapi yang jadi permasalahan ujarnya, tunggakkan ini tidak bisa dibayarnya karena berasal dari keluarga miskin.

“Saya sudah sampaikan kepihak sekolah bahwa saya hanya bekerja sebagai tukang gali kuburan dari keluarga tidak mampu. Hal itu saya perlihatkan ada surat keterangan tidak mampu. Tapi diabaikan,” katanya.

Mendengar pengakuan AL, pihak SMAN 4 Tamsel ini bukan malah iba melainkan pihak sekolah pun mengancam tidak memperbolehkan siswa-siswi kurang mampu pemegang kartu KIP untuk mengikuti proses belajar-mengajar serta ujian yang sebentar lagi akan dimulai jika tak kunjung membayarkan utangnya ke pihak sekolah.

Terkait hal ini, ketika dikonfirmasi Jumat (2/11/2018) Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel) Bekasi, Deni Ermayana S.Pd,MM sedang mengikuti Bimtek di Subang (Jawa Barat) selama 4 hari kata salah seorang pegawai wanita berambut sebahu.

” Kepsek lagi Bimtek selama 4 hari di Subang, mas,” bilang pegawai wanita ini.

Namun saat coba dihubungi nomor ponsel yang kerap ia pakai terdengar nada tidak aktif, bahkan pesan singkat (sms) yang dikirimkan wartawan juga tak mendapat balasan.

Terpisah dikonfirmasi, Kepala Cabang Dinas pendidikan Wilayah 3 Bekasi, Heri Panisila dari balik ponselnya kembali mengumbar janji kepada wartawan dengan mengatakan akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut ke SMAN 4 Tamsel Bekasi.

” Dalam beberapa hari ini saya akan turun mengecek kebenaran informasi tersebut,’ janji Heri Panisila sembari menghimbau agar para siswa-siswi pemegang kartu KIP untuk membawa dan menunjukkan kepada Heri Panisila saat turun ke SMAN 4.

Bahkan Heri Panisila dengan terang mengatakan akan mengembalikan seluruh uang yang sudah terlanjur dikutip pihak sekolah terhadap siswa kurang mampu pemegang KIP.

” Jika terbukti, uang akan kita kembalikan bagi siswa-siswi yang kurang mampu pemegang KIP,” tutup Heri Panisila mengakhiri.

Sekedar diketahui, pemberitaan sebelumnya di macannews.com (25/10/2018) siswa-siswi yang kurang mampu pemegang kartu KIP kelas X di SMAN 4 Tamsel Bekasi ini dimintai bayaran sebesar 3.6 juta/orang oleh pihak SMAN 4 Tamsel Bekasi dengan rincian, Uang Sekolah sebesar Rp 300 Ribu Rupiah/bulan, Uang pembangunan sebesar Rp 1,3 juta, Uang Seragam Sekolah sebesar Rp 1,2 juta, Uang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebesar Rp 800 Ribu Rupiah. (Edi).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Diduga Ada Pungli di SMAN 7, Siswa Dipungut Rp 2 Juta

Bekasi (Macannews)- Dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli)