Walah…Sekelompok Warga Desa Siatasan Kabupaten Simalungun Berbuat Anarkis Tuding Boru Nainggolan Pelihara Begu Ganjang

Walah…Sekelompok Warga Desa Siatasan Kabupaten Simalungun Berbuat Anarkis Tuding Boru Nainggolan Pelihara Begu Ganjang

- in Hukum Kriminal, Simalungun
1140
Foto : (1) Wasda Nainggolan Korban Anarkis Warga. (2) Sepeda Motor Yang Dibakar Warga. (3) Rumah Mak Mery Yang Dirusak Warga.

Simalungun (Macannews)- Cerita Begu Ganjang di Sumatera Utara, yang didiami etnis Batak Toba, bukanlah hal baru. Banyak orang dibunuh, dibakar dan diusir dari kampung gara-gara isu memelihara hantu yang digambarkan bertubuh panjang dan ganas itu. Begu Ganjang yang berarti hantu panjang, memang dikenal sebagai Begu ganas. Badanya setinggi pohon enau, bisa berperangai pria atau wanita, dengan gigi tajam seperti gergaji. Dia gemar mencekik leher mangsanya. Bila membunuh, ada bekas biru lebam pada leher si korban. Selain Begu Ganjang, ada jenis Begu lainnya yang dipercaya masyarakat setempat; misalnya Begu Antuk yang disebut bisa membunuh orang seketika (belakangan medis menyebutnya penyakit jantung). Kemudian Begu Nurnur dan Begu Turtur yang membunuh korbannya dengan menggerogoti tubuh (medis menyebutnya sakit gula atau diabetes).

Seperti di Dusun Siatasan, Nagori (Desa) Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumut, Rabu (11/07/2018) sekitar jam 03.00 WIB, ketika Boru Nainggolan dan keponakannya bernama, Wasda Nainggolan (27) Warga Jalan Sungai Tiram, Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara yang kebetulan datang berkunjung dianiaya warga hingga babak belur karena dituduh memelihara Begu Ganjang. Beruntung polisi cepat datang, sehingga keduanya selamat namun rumahnya dirusak warga dan sepeda motor dibakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sekelompok warga menuduh, boru Nainggolan alias Mak Mery memelihara begu ganjang.

Awalnya, Selasa (10/07/2018) sekira jam 23.30 WIB, Gamot (Kepala Dusun) Desa Siatasan bernama, Jimmi Sirait mendatangi rumah  boru Nainggolan alias Mak Mery, Selasa (10/7/2018) sekira jam 23.30 Wib. Namun didalam rumah tersebut, Jimmi bertemu dengan keponakan Mak Mery bernama Wasda Nainggolan yang kebetulan berkunjung.

Disitu Jimmi menanyakan kepada Wasda hubungan apa dengan Mak Mery dan dijelaskan Wasda kalau Mak Mery adalah namboru-nya (Kaka Bapak atau Adik Bapak perempuan-red). Lalu Jimmi juga menyampaikan informasi dari warganya kalau Mak Mery memelihara begu ganjang namun kabar tersebut ditampik Mak Mery dan keponakannya.

Setelah menyampaikan keresahan warga, Jimmi pergi tak berselang lama Rabu (11/7/2018) sekira jam 03.00 Wib sejumlah warga datang beramai-ramai ke rumah Mak Mery dan membawa dengan paksa keduanya ke salah satu warung Bermarga Sitio. Dengan dalih ingin membicarakan keresahan warga kalau  Mak Mery memelihara begu ganjang.

Sampai di Di warung tersebut, wargapun menanyai, Mak Mery dan keponakannya bernama Wasda hingga akhirnya Mak Mery dan keponakannya tersebut pulang kerumah.  Namun entah setan apa yang merasuki pikiran sekelompok warga ini kembali mendatangi Rumah Mery. Sesampai di rumah Mak Mery warga membawa paksa keponokan Mak Mery bernama Wasda keluar dari rumah dan langsung dianiaya beramai-ramai dan diikat diluar rumah. Warga yang sudah tersulut emosinya juga merusak rumah dan sepeda motor milik Mak Mery.

Mendapat informasi, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian dan berhasil menenangkan warga agar tidak main hakim sendiri, Sementara keponakan Mak Mery bernama Wasda langsung di evakuasi ke Puskemas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Tak terima atas perlakuan sekelompok warga, Mak Mery resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dolok Panribuan. LP/20/VII/SU/SIMAL/DOPAN, tanggal 11Juli 2018. Hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, Kapolsek Dolok Panribuan, AKP Sabar Pinem belum dapat dikonfirmasi wartawan.

Sekedar renungan kita kalau kasus serupa sebenarnya masih banyak. Orang-orang yang dituduh Sigumoang ini biasanya dianiaya, diusir dari kampung, kemudian rumahnya dirusak atau dibakar. Isu Begu Ganjang itu muncul setelah kerap dikarenakan meninggalnya seorang warga sekitar yang dinilai janggal. Ironisnya, meski aksi kekerasan masih sering terjadi karena isu mistis ini, namun keberadaan Begu Ganjang sendiri belum bisa dibuktikan sampai sekarang. (AF)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gadis Aceh yang Meninggal di Malaysia Tiba di Aceh

Lhokseumawe (Macannews)- Jenazah Rahmalia (24), gadis Aceh yang