Tokoh Agama Siantar Desak Judi Gelper CV Bintang Jaya Ditutup

Tokoh Agama Siantar Desak Judi Gelper CV Bintang Jaya Ditutup

- in Hukum Kriminal
1236
Foto : Gelper CV Bintang Jaya di Jalan Kapten Piere Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. (EP)

Siantar (Macannews)- Desakan agar aktivitas Gelanggang Permainan (Gelper) Cv Bintang Jaya di Jalan Kapten Piere Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar ditutup kembali diserukan oleh tokoh agama, karena diduga sarat perjudian. Sebelumnya, disoroti beberapa tokoh masyarakat, kali ini sorotan itu datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar dan Pendeta Agama Kristen, Jumat (6/7/2018).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Drs H.Muhammad Ali Lubis menegaskan, yang namanya perjudian sangat diharamkan dalam ajaran agama Islam. Pihaknya sangat menyesalkan jika pemerintah dan aparat kepolisian terkesan ‘memelihara’ perjudian di Kota Siantar.

“Pemerintah dan aparat sebaiknya ambil sikap tegas dan mencegah. Pada prinsipnya, perjudian dilarang baik oleh regulasi maupun agama. Karena sangat besar mudaratnya,” kata M Ali Lubis kepada wartawan.

Ia mengaku baru mendapat informasi dari macannews jika aktivitas Gelper CV Bintang Jaya tersebut ditunggangi permainan-permainan yang bersifat judi. “Ustad, mubalik bersama pendeta, pastor maupun tokoh agama lainnya, saya rasa sama menentang dan sangat antipati terhadap perjudian,” ujarnya sembari berjanji dalam waktu dekat MUI akan melakukan investigasi ke Gelper CV Bintang Jaya, bila ditemukan ada unsur judi maka secepatnya juga MUI akan surati Pemko Siantar dan Polres Siantar untuk ditutup.

M Ali Lubis meminta aktivitas dalam Gelper Cv Bintang Jaya itu sebaiknya ditutup jika ada perjudian di dalamnya. “Judi menjadi akar dari segala persoalan, seperti KDRT, pencurian dan jambret. Karena perbuatan yang satu ini banyak memicu. Jadi jangan kita berdiam diri,” tegasnya.

Ia menambahkan generasi bangsa akan rusak kalau diracuni dengan berbagai penyakit sosial, seperti perjudian. “Kami sesalkan ini. Apapun namanya tetap ini adalah suatu hal yang tidak sesuai dengan undang-undang serta ajaran agama,” pungkasnya.

Sementara, salah seorang pemuka agama kristen di Kota Siantar, Pdt GPDI Anton Purba, mengkritik kinerja kepolisian setempat terkait aktivitas perjudian di Gelper CV Bintang Jaya yang berlokasi di Jalan Kapten Piere Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

“Semua agama melarang dan pemerintah melarang. Saya meragukan orang-orang yang menamakan diri beragama itu masuk atau terlibat dalam perjudian. Itu jelas merusak,” ujarnya.

Pendeta ini meminta, Pemko Siantar dan Polres Siantar bahkan Poldasu sebaiknya segera menutup Gelper CV Bintang secepatnya. Jika tidak bertindak, kinerja Pemko Siantar dan kepolisian patut dipertanyakan. Dari aspek agama dan sosial perjudian menjadi penyakit masyarakat.

“Efek dari judi banyak sekali, efek sosial dan hukum tentunya. Judi itu sudah penyakit yang merusak mental. Kalau bilang perputaran ekonomi di situ, tentunya yang dihendaki adalah perputaran ekonomi yang sehat, bukan perjudian,” tandasnya. (EP)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gadis Aceh yang Meninggal di Malaysia Tiba di Aceh

Lhokseumawe (Macannews)- Jenazah Rahmalia (24), gadis Aceh yang