Buka Puasa Daging Domba Khas Kerajaan Ottoman Turki

Buka Puasa Daging Domba Khas Kerajaan Ottoman Turki

- in Kuliner
106
Jakarta(macannews)- Baby Lamb in Salt mulai hadir pada era Mehmed II atau dikenal dengan Mehmed the Conquer makanan. Ia memimpin Kerajaan Ottoman sekitar tahun 1450-an. Baby Lamb in Salt merupakan kuliner dari daging domba yang diolah dengan berbagai bahan rempah. Daging domba diolah selama hampir 24 jam, hidangan ini khusus buat Raja dan biasanya dimakan untuk makan malam raja.

 Pemilik sekaligus Koki Warung Turki, Sezai Zorlu saat menjelaskan kuliner Baby Lamb Baked in Salt. Baby Lamb in Salt mulai hadir pada era Mehmed II atau dikenal dengan Mehmed the Conquer makanan. Ia memimpin Kerajaan Ottoman sekitar tahun 1450-an. Baby Lamb in Salt merupakan kuliner dari daging domba yang diolah dengan berbagai bahan rempah. Daging domba diolah selama hampir 24 jam. “Hidangan ini khusus buat Raja. Biasanya dimakan untuk untuk makan malam raja,” ujarnya.

Hidangan ini terbilang langka, kata Sezai. Menurutnya di Turki saat ini terbilang mahal karena membutuhkan proses dan oven kayu yang sudah tak ada. KompasTravel sempat melihat beberapa proses pembuatan Baby Lamb in Salt di Warung Turki. Proses terakhir sebelum disajikan untuk pengunjung yaitu memecahkan lapisan garam yang membungkus daging domba. Anil Zorlu, koki Warung Turki lainnya, datang membawa daging domba yang segera disajikan. Daging domba terbungkus dengan lapisan berwarna coklat. Ia meletakkan paprika, cabe, lemon, dan bawang putih di sekitar daging domba. Anil lalu mengoleskan bahan bakar seperti jelly. “Itu adalah atraksi yang ditampilkan,” kata Sezai.
Anil kemudian menyulutkan api ke jelly beberapa saat. Kemudian, ia mengetukkan palu beberapa kali untuk memecahkan lapisan garam. Ia lalu menyingkap isi lapisan garam. Daging domba langsung terlihat. Daging domba terasa lunak dan berair. Ketika dicicipi, rasa rempah-rempah begitu lekat di lidah. Rasa pedas dan gurih bumbu rempah menyerap ke dalam daging domba. Untuk makan daging domba ini juga tak ada kesulitan.

Sezai mengatakan kuliner yang ia sajikan diolah dengan sembilan macam rempah. Proses memasak daging domba berumur empat bulan selama hampir 24 jam. “Bumbu rempah ada 9 macam. Ada lada hitam, jinten bubuk, daun salam kering, cengkeh, ada cabe merah kering dan biji pala. Dua lagi khusus tak bisa saya sebut. Semua bumbu dari Turki kecuali lada hitam. Daging domba kami marinasi selama 12 jam,” ujarnya. Ia menjelaskan lapisan garam di daging domba merupakan cara untuk memaksimalkan proses memasak. Setelah dimarinasi, daging domba dioven di dalam tungku berbahan bakar kayu selama 4-6 jam.

“Jadi dioven double. Ada oven kayu dan oven lapisan garam. Jadi uapnya gak kemana-mana,” tambah laki-laki asal Turki tersebut. Lapisan garam tersebut setebal 1,5-2 cm. Lapisan itu berasal 13 garam yang diaduk dengan air soda. Kuliner Baby Lamb in Salt di Warung Turki hadir sebagai salah satu menu Ramadhan Iftar Buffet. Pengunjung Warung Turki bisa berbuka puasa dengan makanan-makanan Turki lainnya mulai dari salad, kebab, hingga kue khas Turki.

Ada suzme mercimek corbasi, zeytinyagli humus, babaganuc, tahini patlican, gavurdagi salatasi, petuc salat, sigara boregi, tavuklu muska borek, etli borek, tavuk gozleme, soganli tavuk, lamb yayla kebab, chicken testi kebab, bademli balik, fistikli kadayif, gullac, yaprak sarma, peynirli kebab, chicken fried rice, tereyagli pilav (butter rice), roti lavas, dan baklava. Semua makanan khas Turki ala buffet tersebut bisa dinikmati dengan harga Rp 300.000++ untuk dewasa dan Rp 140.000++ untuk anak dengan umur di bawah 10 tahun.

sumber : kompas.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ini Dia Tip Cara Bukber Hemat Tanpa Takut Kantong Jebol

Jakarta  I Macannews Ramadan baru hitungan hari tapi